Connect with us

Nasional

Tempe Kedelai

Published

on

Oleh Dahlan Iskan

Kabarpolitik.com–Iran bersikap dingin. Tidak lagi terlihat menantang-nantang.

Namun juga tidak menyerah, padahal Presiden AS Donald Trump menyiratkan keinginan agar Iran menyerah padanya. Trump sudah terlanjur menggertak. Lewat tweet-tweet-nya. Dan lewat penasihat keamanan nasionalnya yang keranjingan perang: John Robert Bolton.

Xi Jinping juga menunjukkan sikap lebih dingin. Tidak lagi terlihat menantang-nantang Amerika.

Namun juga tidak menyerah. Ia kini lebih banyak bergerak dalam diam.

Arab Saudi yang salah tingkah. Arab terlanjur mendadak. Akan mengadakan pertemuan puncak. Tiga jenis sekaligus. Mulai besok. Tempatnya di Makkah.

Advertisement

Keluarga kerajaan Arab Saudi memang biasa tinggal di Makkah. Terutama setiap akhir bulan Ramadan. Untuk ikut mencari lailatulkadar. Di ruang khusus istana. Yang dari dalamnya bisa melihat Kakbah.

Lailatulkadar adalah satu malam di akhir Ramadan, entah yang mana. Rahasia Allah. Yang bila orang beribadah di malam itu pahalanya sama dengan beribadah seribu bulan.

Tiga jenis KTT itu adalah:
1. KTT Arab.
2. KTT negara-negara Teluk.
3. KTT negara-negara Islam.

Topiknya sama: ketegangan di Selat Hormuz. Selat yang amat penting. Yang memisahkan daratan Iran dengan beberapa negara Arab. Tempat lewatnya tanker-tanker minyak Iraq, Kuwait, Arab Saudi, Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab dan Iran sendiri.

Ketegangan itu terjadi sejak Trump melakukan pembatalan sepihak. Mengenai perjanjian internasional tentang tahapan pengakhiran senjata nuklir Iran.

Advertisement

Trump masih menambah hukuman baru untuk Iran. Menghapus dispensasi lama. Yang Iran masih bisa jual minyak ke lima negara terdekat.

Lebih tegang lagi saat Trump benar-benar mengirim pesawat pembom. Ditempatkan di Qatar. Trump juga sudah mendekatkan kapal induk ke Selat Hormuz. Dan segera mengirim tentara tambahan ke situ: 1.500 tentara.

Kalau sampai perang meletus di Selat Hormuz, negara-negara Arab-lah yang paling terkena dampaknya. Itulah sebabnya Arab menyelenggarakan tiga KTT sekaligus.

Arab Saudi tentu ingin ada sikap bersama: melawan Iran. Yang didukung Amerika.

Bisakah? Mungkinkah terjadi kesepakatan kata?

Advertisement

Untuk KTT Arab sendiri kelihatannya akan ada ganjalan dari Iraq. Amerika-lah memang yang membidani lahirnya Iraq yang ada sekarang. Tapi tidak otomatis Iraq mau pro Saudi.

Sejak Amerika menekan Iran, Iraq ikut menderita. Posisi Iraq juga sulit: mayoritas penduduknya pro Iran. Pribadi-pribadi elite pemerintahan Iraq pun pro Iran.

Untuk KTT negara Islam lebih sulit. Iran adalah salah satu anggota. Yang harus diundang. Bagaimana dukungan bisa bulat.

Tentang KTT negara-negara Teluk pun tidak lebih mudah. Arab dan Uni Emirat Arab lagi jotakan dengan Qatar. Salah satu anggotanya di Selat Hormuz. Yang dinilai terlalu pro Iran.

Jadi, apa yang bisa diharap dari tiga KTT di Makkah itu?

Advertisement

Sikap baru Iran yang dingin itu sendiri membuat Amerika jadi canggung. “Iran tidak akan menyerang kepentingan Amerika di mana pun,” tegas menteri luar negerinya. “Iran tidak mau perang,” tambahnya.

Terlihat sekali elite Iran sekarang ini sangat moderat. Dalam suasana seperti ini biasanya Iran sudah marah-marah. Memaki-maki. Bakar-bakar bendera Amerika.

Kali ini tidak. Bahkan ada yang mengharukan. Dua news anchor TV pemerintah di Iran dipecat. Hanya karena di TV tersebut terlontar pernyataan yang menjelekkan aliran Sunni.

Dulu yang seperti itu biasa saja. Aliran Sunni hanya diikuti sekitar 10 persen penduduk Iran.

Namun pemerintah Iran sekarang tidak mengutik-utik Sunni. Yang keberadaannya memang dijamin oleh UUD Iran. Termasuk kebebasan Sunni menjalankan praktik keagamaan mereka.

Advertisement

Jadi bagaimana?

Trump sudah terlanjur mengirim pesawat pembomnya. Sudah mendekatkan kapal induknya. Sudah terlanjur menegaskan akan menambah tentara.

Tentu ini momentum baik bagi yang berupaya meredakan ketegangan. Oman adalah satu-satunya negara netral di kawasan itu. Oman berhak ikut tiga KTT sekaligus. Dia Arab. Dia Islam. Dia berada di negara Teluk.

Oman memang sedang berupaya jadi penengah. Oman bukan Syiah. Bukan pula Sunni. Oman adalah Ibadi, tetapi pengaruhnya terlalu kecil.

Justru Jepang yang kelihatannya bisa berperan besar. Jepang adalah bagian dari Amerika. Tapi sangat dekat dengan Iran.

Advertisement

Karena itu hari Sabtu-Minggu kemarin Trump berada di Jepang. Tampaknya Jepang yang akan bisa menyelamatkan keadaan.

Jepang memang bisa tersiksa. Kalau harga minyak naik. Akibat ketegangan ini.

Pembicaraan selama di Tokyo kelihatannya berhasil. Sebelum pulang ke Washington, Trump bikin konferensi pers.

“Amerika tidak ada niat menyerang Iran. Juga tidak punya maksud menggulingkan pemerintah yang sekarang,” ujar Trump di Tokyo itu.

Ketegangan langsung reda. Pun sebelum tiga macam KTT besok hari di Makkah.

Advertisement

Tentu kita belum bisa memegang ucapan Trump begitu saja. Kata-katanya sering saling berlawanan. Apalagi antara ucapan dengan tindakannya.

Amerika memang produsen kedelai terbesar di dunia. Namun kita juga tahu tidak ada tempe di sana.

Dari mana Trump bisa punya pribadi esok tempe sore kedelai? (***)

rn

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik7 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik7 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik7 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik8 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik8 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik8 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik8 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik8 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik8 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik8 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...