Connect with us

Nasional

Suap di Kementerian PUPR, KPK Jebloskan Satu Keluarga ke Penjara

Published

on

Kabarpolitik.com, JAKARTA — Jaksa KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) menjebloskan satu keluarga terpidana kasus suap proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kamis (30/5). Eksekusi dilakukan setelah putusan hakim berkekuatan hukum tetap alias inckracht.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, tiga di antara empat terpidana dieksekusi ke Lapas Klas II B Anak Wanita Tangerang. Mereka adalah Lily Sundarsih, Irene Irma, dan Yuliana Enganita Dibyo. Sedangkan satu terpidana, yakni Budi Suharto ditempatkan di Lapas Klas I Pria Tangerang.

Wacana Pemakzulan Trump Menguat

Budi dan Lily merupakan suami istri. Sedangkan Irene adalah anak mereka. Sementara Yuliana merupakan pejabat di perusahaan Irene. Budi merupakan Dirut PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE).

Sedangkan istrinya adalah Direktur PT WKE. Sementara anaknya, Irene adalah direktur PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP). Kedua perusahaan itu milik keluarga Budi-Lily.

Hakim telah menjatuhkan vonis terhadap empat orang tersebut dengan hukuman penjara 3 tahun dan denda Rp 100 juta subsider dua bulan kurungan. Mereka terbukti bersalah menyuap pejabat di Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR. Total uang suap yang mengalir sebesar Rp 4,1 miliar, USD 38.000 dan SGD 23.000.

Advertisement

Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 1440 H Jatuh pada 5 Juni 2019

Febri menerangkan, para terpidana itu akan menjalankan masa hukuman sesuai putusan pengadilan. Sementara terkait pokok perkara, pihaknya akan mencermati fakta-fakta hukum yang muncul di persidangan. “Terutama jika terdapat petunjuk awal adanya pelaku lain yang terlibat,” jelasnya.

Sejauh ini, KPK belum menetapkan tersangka baru dalam skandal suap yang merugikan banyak pihak itu. Pun, dari fakta-fakta yang diperoleh, KPK memastikan bakal terus menelusuri keterlibatan pihak lain itu.

Khususnya terhadap pejabat Kementerian PUPR yang diduga menikmati aliran suap. “Korupsi proyek penyediaan air minum ini sangat merugikan kepentingan masyarakat secara luas,” imbuh dia. (jpnn)

rn

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik7 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik7 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik7 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik8 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik8 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik8 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik8 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik8 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik8 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik8 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...