Connect with us

Nasional

Underpass REI

Published

on

Oleh Dahlan Iskan

Kabarpolitik.com–Horeeeeee. Tidak macet total lagi. Bahkan tidak macet sama sekali.

Bundaran Mayjen Soengkono Surabaya sudah lancar. Proyek underpass-nya sudah selesai. Jumat sore lalu sudah diresmikan.

Saya melintasinya Sabtu sore. Menjelang berbuka puasa. Kalau saja underpass itu belum ada bisa jadi saya akan sangat kelaparan.

Yang istimewa: underpass itu tidak dibiayai oleh pemerintah. Tidak pemerintah pusat. Tidak pula pemerintah daerah.

Yang membiayainya adalah anggota REI Jatim. Di bawah koordinasi pengurus REI Jatim itu.

Advertisement

Semula saya membayangkan: alangkah sulitnya mengoordinasikan proyek ini. REI adalah organisasi. Bukan lembaga pemerintah. Bukan pula perusahaan. Yang bisa mengeluarkan kebijakan. Atau anggaran.

Maka saya salut kepada pengurus REI Jatim. Saya bisa membayangkan: pasti banyak makan hatinya.

Pasti sulit mengajak anggota untuk urunan. Apalagi satu anggota Rp 10 miliar. Apalagi ekonomi nasional lagi berat. Apalagi kasus-kasus hukum lagi menghantui.

Setelah berhasil merumuskan nilai urunannya pasti sulit lagi: menentukan siapa urunan berapa. Pastilah dorong-dorongan: yang punya proyek besar di kawasan itu dong yang urunan paling besar. Pasti juga ada yang ngotot: bagi rata saja.

Saya ada juga mendengar berita gembira. Netty, yang proyeknya besar di Surabaya Barat, menyanggupi dengan gagah: akan urunan yang paling besar. Netty adalah bos besar Grup Puncak Permai.

Advertisement

Semula proyek ini direncanakan selesai dalam 18 bulan. Dengan biaya Rp 85 miliar. Dengan asumsi semua komitmen berjalan lancar.

Maka proyek pun dimulai. Ternyata banyak komitmen yang meleset.

Saya bisa memaklumi. Mengeluarkan uang segitu banyak tidak mudah. Kredit banknya saja banyak tersendat. Kok menyumbang begitu besar.

Namun proyek sudah terlanjur dimulai. Batas waktu penyelesaian juga kian mepet. Masa kepengurusan REI Jatim juga hampir habis.

Jokowi: Semoga Bakti Ani Yudhoyono Jadi Teladan Kita Semua

Ir Danny Wahid Sutan ketiban tanggung jawab menyelesaikan proyek ini. Lulusan S2 Petra /NUS ini terpilih sebagai ketua REI Jatim yang baru. Danny harus berpikir keras. Juga harus mengorbankan perasaan lebih dalam.

Advertisement

Di lapangan pun ditemukan kendala besar. Yang tidak diperkirakan sebelumnya: ada pipa air raksasa. Harus terkena proyek underpass. Yang kalau diganggu bisa membuat warga seluruh Surabaya Barat tidak bisa mandi.

Danny sebenarnya juga tidak punya kepentingan di Surabaya Barat. Perusahaan real estatenya bukan yang raksasa-raksasa: PT Dewe Makmur Sejahtera.

Bukan pula di Surabaya Barat. Bahkan bukan di Surabaya. Perumahan sederhana miliknya ada di daerah-daerah. Seperti Sidoarjo.

Warga Surabaya, terutama Surabaya Barat layak berterima kasih pada REI Jatim. Pada Ir Danny Wahid Sutan. Lalu lintas yang begitu ruwet kini terurai dengan mulus.

Danny sendiri orangnya realistis. Kalau harus cari uang Rp 85 miliar bisa jadi underpass ini akan mangkrak. Maka ia lobi banyak pihak. Termasuk Bu Risma, wali kota Surabaya.

Advertisement

Raut Wajah Kesedihan dari Keluarga SBY Antar Ani Yudhoyono ke Peristirahatan Terakhir

Akhirnya biaya bisa dikurangi menjadi Rp 60 miliar. Beberapa proyek pendukung diambil alih Pemkot. Misalnya: penurunan pipa air, pembuatan taman dan lampu lalu-lintas.

Saya suka sekali desain penyelesaian bundaran Mayjen Sungkono ini. Dulu, saya pikir, underpass-nya menyusup di bawah jalan tol.

Ternyata ada ide lain yang tentu lebih murah. Lihatlah sendiri. Benar-benar bagus.

Kalau ingin melihat lebih jelas naiklah ke gedung Srijaya. Dari lantai 5 terlihat desain underpass ini sangat bagus. Saya pernah melihat dari atas itu. Ketika proyeknya masih seret.

Meski penyelesaiannya mundur beberapa bulan tapi saya sangat terharu dengan proyek ini. Kebanggaan saya. Bahwa kerukunan orang Surabaya tidak ada duanya.(***)

Advertisement

rn

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik7 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik7 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik7 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik8 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik8 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik8 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik8 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik8 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik8 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik8 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...