Connect with us

Nasional

Takut Kalah

Published

on

Oleh Dahlan Iskan

Kabarpolitik.com–Takut berubah-ubah. Karena itu saya tidak segera menuliskannya. Biarpun Presiden Donald Trump sudah bikin ‘pertunjukan’ besar lagi di Osaka Minggu lalu.

Tak disangka secepat ini. Trump kini mengizinkan perusahaan Amerika kembali memasok barang ke Huawei. Yang perusahaan-perusahaan tersebut sempat kehilangan omset puluhan triliun rupiah.

Trump juga membatalkan eskalasi. Dengan cara tidak jadi memungut bea masuk seluruh barang Tiongkok.

Namun Trump juga tidak mencabut sanksi tahun lalu: dua kali menaikkan tarif untuk golongan barang tertentu sampai 25 persen itu. KTT G20 pun berakhir.

Sampai Trump meninggalkan G20 di Osaka tidak ada perubahan. Berarti kedelai tidak jadi tempe. Termasuk Trump tetap pada putusan untuk memulai kembali perundingan dagang dengan Tiongkok itu.

Advertisement

Tiongkok tidak bisa dibilang menang. Hanya tidak lebih kalah.

Huawei-lah yang menang selangkah. Dari kekalahannya tiga langkah tahun lalu.

Perusahaan Amerika seperti Qualcomm dkk juga tertolong. Bukan menang. Kembali bisa jualan chips ke Huawei: pembeli terbesarnya.

Sejak tahun lalu Qualcomm dkk seperti naik roller coaster. Saham mereka terguncang-guncang oleh twit Trump.

Kadang harga sahamnya jatuh sampai 7 persen. Kadang naik lagi 3 persen. Turun lagi dan naik lagi.

Advertisement

Perusahaan-perusahaan teknologi tinggi AS itu dibuat babak belur oleh presidennya sendiri.

Kalau saja ada orang tahu Trump akan bicara apa di Twitter ia bisa kaya raya. Mendadak. Tidak harus berkeringat.

Borong saham saat harga jatuh. Tahan dulu. Tunggu twitter berikutnya. Yang kadang memberi harapan. Yang sering juga harapan palsu.

Lalu, apa hasil G20 Osaka?

Trump mendapat banyak pujian. Hanya itu. Hasil lainnya tenggelam di balik teater Trump.

Advertisement

Seperti tahun lalu juga. Saat G20 dilaksanakan di Argentina. Total tenggelam oleh panggung Trump.

Panggung itu berlanjut sehari kemudian. Hanya settingnya yang berubah: Korea.

Hebatnya Trump hanya menggunakan Twitter. Untuk mengundang pemimpin Korut, Kim Jong-Un.

“Saya tahu Kim Jong-Un mengikuti Twitter saya,” ujar Trump pada media internasional. Yang jadi sumber tulisan ini.

Isi twit itu adalah: harapannya untuk bisa bertemu Kim Jong-Un di Pamunjom. Di garis perbatasan Korea Utara dan Selatan.

Advertisement

Ternyata benar-benar kejadian. Trump bertemu Kim. Trump berdiri di selatan garis. Kim berdiri di utara garis. Garis itu terbuat dari beton. Mirip slop bangunan.

Adegan berikutnya anda sudah tahu: keduanya bersalaman. Dengan raut wajah seperti kangen. Setelah pertemuan kedua yang cuget-cugetan di Vietnam Februari lalu.

Saat bersalaman itulah tiba-tiba Kim mengundang Trump untuk melangkahi penanda batas. Jadilah Trump secara resmi disebut sudah pernah datang ke Korea Utara.

Di sini Presiden Xi Jinping bisa dibilang menang. Minggu lalu ia ke Pyongyang.

Xi menyatakan tetap akan menjadi sahabat Korut. Juga akan membantu penuh pembangunan ekonominya. Dengan cara berusaha mencabut sanksi internasional. Juga akan mendorong Amerika untuk mau kembali bertemu Kim.

Advertisement

Harapan Kim sangat besar. Agar sanksi itu dicabut. Ia bisa menerima kalau pencabutannya bertahap. Asal tahapan itu bisa segera dilakukan.

Kim merasa sudah melakukan banyak langkah menuju pengakhiran senjata nuklir. Tentu tidak bisa sekaligus, tetapi mbok ya sanksinya juga diperingan. Misalnya: mulai boleh ekspor batu bara.

Itulah kondisi yang bisa saya serap saat ke Korut tahun lalu. Yang saya juga sampai di Pamunjom. Untuk kedua kalinya.

Trump pun memberikan harapan itu. Tinggal kita tunggu apakah kedelainya tidak keburu menjadi tempe.

Siapa yang kalah?

Advertisement

Tentu para penggemar perang. Terutama yang di lingkungan Trump. Mereka sangat tidak suka dengan langkah baru Trump ini.

John Bolton, misalnya. Penasihat keamanan nasional Trump itu. Minggu lalu itu ia ‘kalah’ dua kali.

Kalah di Korea Utara. Kalah pula di Iran.

Hanya di Iran Bolton dapat hadiah hiburan. Amerika menjatuhkan sanksi baru: memblokir seluruh aset Ayatullah Khamenei di Amerika.

Emangnya Ayatullah Khamenei punya aset di Amerika? Bahkan apakah ia punya aset?

Advertisement

Restoran Politik

Jalan Pulang

Itu tidak penting.

Namanya hiburan.

Komentar Ayatullah sendiri tidak ganas. “Amerika memang mengajak kami berunding,” ujarnya seperti dikatakan Menlunya.

Tetapi, katanya, apakah itu bisa disebut berunding. Kalau Amerika sambil memegang senjata terbaiknya. Dan kami tidak boleh membawa senjata apa pun.

Advertisement

Teater Trump masih belum mendekati The End. Setidaknya sampai incumbent itu menang lagi. (***)

.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
width: 100% !important;
}
rn

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik7 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik7 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik7 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik8 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik8 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik8 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik8 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik8 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik8 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik8 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...