Connect with us

Nasional

Ciptakan Politisi Perempuan Negarawan, Forhati Gelar Sekolah Demokrasi Insan Cita

Published

on

Kabarpolitik.com, JAKARTA – Peran perempuan sebagai politisi di Indonesia masih belum kamsimal. Itu terlihat dengan kurangnya keaktifan perempaun dalam menyuarakan kepentingan rakyat, hingga kepentingan kaum perempuan itu sendiri.

Dalam demokrasi Indonesia, perempuan diberi jatah 30 persen suara dalam politik. Namun, jatah 30 persen itu belum nampak maksimal dalam menyuarakan kepentingan kaumnya. Itu terlihat dengan sedikitnya politisi perempuan yang kurang begitu aktif di parlemen maupun media massa.

Melihat kondisi itu, Forum Alumni HMI-Wati/Kohati (Forhati), menggelar sekolah demokrasi insan cita kepada perempuan-perempuan HMI yang akan bertarung di pemilihan legislatif pada Pemilu 2019 nanti.

Koordinator Majelis National Forhati Hanifa Husein mengatakan, sekolah demokrasi insan cita merupakan suatu program pendidikan dan pelatihan pusatkan pada peningkatan kualitas kepemimpinan perempuan, baik bagi alumni Corp HMI-Wati maupun bagi seluruh perempuan Indonesia yang bertanggung jawab atas masa depan bangsa dan negara.

“Hari ini kita memulai langkah pertama melakukan program sekolah demokrasi untuk para calon anggota legislatif, yang titik beratnya pada politik,” kata Hanifa dalam sekolah demokrasi insan cita di Hotel Sopyan, Jakarta Pusat, Rabu (27/9).

Advertisement

Menurut Hanifa, melalui program ini Forhati bisa memfasilitasi para anggotanya untuk berkontestasi di ajang Pemilihan Anggota Legislatif. “Jadi tidak sekedar memenangkan kontestasi itu dan memenuhi kuota perempuan di lembaga legislatif, dan partai politik, tetapi lebih jauh dari pada itu adalah menyiapkan perempuan politisi negarawan,” ucapnya.

“Anggota legislatif yang mau dan mampu memainkan peran strategisnya, dan memperjuangkan hak-hak seluruh rakyat, termasuk kaum perempuan untuk mencapai kehidupan kemasyarakatan, kenegaraan dan kebangsaan yang berdaulat adil dan makmur,” sambungnya.

Dikatakan Hanifa, Forhati mengambil inisiatif menyelenggarakan program ini dengan visi Panjang, menempatkan posisi kaum perempuan khususnya anggota Forhati, sebagai subjek dalam keseluruhan proses penyelenggaraan negara dan pemerintahan.

“Sekurang-kurangnya 1 dasawarsa ke depan, anggota Forhati yang berkiprah di dunia politik, khususnya parlemen, baik DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, DPR-RI dan DPD RI. Mampu memainkan fungsi legislasi budgeting dan kontrol yang berdampak langsung terhadap peningkatan kedaulatan dan kemakmuran rakyat,” jelasnya. (Aiy/Fajar)

rn
source

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik5 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik5 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik5 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...