Nasional
Menristekdikti Serahkan Satu Ton Bakso Unhas ke Korban Gempa di Sulteng
Kabarpolitik.com, PALU — Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir bersama rombongan tiba di Palu, Sulawesi Tengah, menggunakan pesawat milik TNI AU tipe CN untuk mengamati langsung kondisi lokasi gempa bumi dan Tsunami, Rabu (3/10/18).
Dalam kunjungan ke lokasi bencana itu, Muhammad Nasir mendatangi posko pengungsian yang terdapat di dalam kampus Universitas Tadulako.
Di posko bencana itu Menristekdikti menyerahkan secara simbolis bantuan Universitas Hasanuddin Penduli berupa bahan Makanan 1 Ton Bakso hasil produksi Maiwa Breeding Center (MBC) Fakultas Peternakan Unhas. Bakso 1 ton tersebut akan didistribusikan ke posko-posko pengungsian di kota Palu dan luar kota Palu yang terhambat akses bantuan.
Menurut keterangan yang dikirimkan oleh tim Unhas Peduli dari Palu, Daryatmo, SPt, M.Si, (dosen Fakultas Peternakan Unhas), bantuan 1 ton bakso sebelumnya sudah didistribusikan ke posko pengungsian perumahan Balaroa yang dihuni sekitar 200 warga yang rumahnya terseret tanah longsor.
“Bantuan bakso dari Unhas Peduli sangat dihargai oleh masyarakat pengungsian karena banyak warga selama ini hanya mengonsumsi mie instan, sehingga dengan bantuan tersebut ada asupan protein yang mereka konsumsi,” kata Daryatno.
Daryatno mengatakan, penyaluran bantuan Unhas Peduli dibantu oleh tim dari Universitas Ichsan Gorontalo yang menerjunkan empat mobil minibus untuk mempermudah distribusi di daerah yang sangat membutuhkan bahan makanan.
Dosen Peternakan Unhas ini juga menginformasikan, Menristekdikti menyambangi kampus Universitas Tadulako untuk melihat kondisi sejumlah bangunan gedung yang rusak.
“Gedung Rektorat Universitas Tadulako dan beberapa gedung fakultas mengalami kerusakan berat dan runtuh,” katanya.
Sebelumnya, pada Selasa (2/10/2018) Rektor Unhas melepaskan penyaluran bantuan 1 ton bakso produksi Maiwa Breeding Center (MBC) Fakultas Peternakan Unhas di Lanud Hasanuddin, Makassar.
Rupanya, bantuan ini cukup berarti, dan menginspirasi pihak lain untuk turut serta menyumbangkan hal yang sama.
“Bakso kita ini bukan bakso biasa. Selain diproduksi dari daging sapi unggulan hasil riset, juga kaya akan kandungan gizi dan nutrisi. Rasanya juga enak, dan tidak perlu diolah lagi. Dapat langsung disantap. Ini dapat membantu para korban yang berada di pengungsian,” kata Prof. Dwia di ruang kerjanya.(ade/fajar)
rn
source


