Connect with us

Nasional

Tegas, Majelis Etik Golkar Rekomendasikan Pecat Kader Bermasalah

Published

on

Kabarpolitik.com, JAKARTA – Ketua Majelis Etik Partai Golkar Muhammad Hatta mengatakan, partainya akan tegas memberikan sanksi kepada siapapun kader yang tidak taat dan patuh pada hasil keputusan partai. Pasalnya, ada beberapa kader partai bernuansa kuning yang tidak taat pada sikap partai.

Sebagaimana diketahui, ada beberapa kader Partai Golkar yang tidak mengikuti garis yang ditetapkan oleh partai, dan memilih mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga Uno dengan menamakan dirinya Forum Caleg Golkar atau lebih dikenal dengan Go Prabu (Golkar Prabowo-Uno).

“Penggunaan lambang, logo dan atribut Partai Golkar oleh Forum Caleg Golkar (Go Prabu-red) merupakan penyalahgunaan atribut partai,” tegas Hatta saat dihubungi, Rabu (3/10)

Terkait pelanggaran tersebut, Majelis Etik Partai akan memberikan rekomendasi kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk melakukan tindakan tegas berupa sanksi pemberhentian dan pemecatan kepada kader yang terlibat.

Tak hanya itu, Majelis Etik juga menyatakan tegas terhadap kadernya yang terlibat dalam berbagai kasus tindak pidana terutama kasus korupsi.

Advertisement

Terkait kasus hukum, kata Hatta, majelis etik tidak seperti mahkamah partai yang baru bisa memvonis kader-kadernya setelah ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht). Kalau majelis etik tolak ukurnya yakni ada indikasi melakukan pelanggaran hukum.

“Kita sudah memvonis mereka, dan sudah merekomendasikan ke DPP nama-nama yang bermasalah itu agar diberhentikan dari segala aktivitas partai,” katanya.

Lebih lanjut, Hatta menjelaskan, hanya partai Golkar satu-satunya partai yang memiliki Majelis Etik, lembaga ini dilahirkan karena serius melihat kondisi yang saat ini berubah. Sebab, banyak tantangan terutama di internal partai.

“Kita ini seperti Polisi atau KPK nya partai, kalau ada kader kita yang tersangkut korupsi, kita langsung rekomendasikan ke ketua umum untuk diberhentikan,” jelasnya.

Hatta juga menegaskan, selama ini Majelis Etik sudah melakukan tindakan tegas dan cepat terhadap kader yang bermasalah dengan hukum, hanya saja pihaknya tidak ingin mengekspose masalah internal partai ke luar.

Advertisement

Terkait sejumlah nama kader Golkar yang jadi tersangka dan terdakwa kasus korupsi namun hingga kini belum dipecat dari keanggotaan partai, Hatta mengatakan bahwa terkait pemecatan itu kewenangan ketua umum dan DPP, bukan kewenangan majelis etik.

“Tugas kita kan merekomendasikan, kalau pemecatan itu kewenangan Ketum dan DPP, meskipun rekomendasi kita sifatnya final dan mengikat,” pungkasnya. (gwn/JPC)

rn
source

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik5 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik5 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik5 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...