Connect with us

Nasional

Andi Mariattang: Pembahasan RUU Pertanahan Sudah Berjalan

Published

on

Kabarpolitik.com, JAKARTA – saat ini RUU Pertanahan masuk dalam pembahasan di DPR RI, khususnya Komisi II.

Hal itu diungkapkan oleh Anggota Komisi II DPR RI, Andi Mariattang, saat membuka Dialog Publik dengan tema “Pentingnya RUU Pertahanan Adil Gender untuk Memperkuat Akses dan Kontrol Perempuan Atas Tanah”.

Dialog digelar di Ruang Rapat FPPP Lantai 15 Nusantara 1 DPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (18/10).

“Kita berharap berbagai catatan kita pada dialog ini akan menjadi bahan masukan dalam pembahasan RUU tersebut,” ujar Andi Mariattang yang juga anggota Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia (KPPRI) mengungkapkan.

Dijelaskannya, saat ini pembahasan RUU sudah berjalan. Terakhir adalah rapat dengar pendapat pada 3 Oktober 2018 dengan pakar, antara lain Prof Arie Sukanti, yang membahas antara lain tentang pengadilan pertanahan, aspek hukum hak pengelolaan, eksistensi tanah ulayat hak masyarakat hukum adat.

Advertisement

Sebelumnya, juga diadakan Rapat Konsyiring antara Panja dengan Pemerintah pada 24 September. “Artinya pembahasannya masih akan terus berlanjut, bahkan sudah ada persetujuan Paripurna untuk perpanjangan pembahasan,” jelasnya.

Dia mengakui, konflik agraria mengalami peningkatan. Tercatat 659 konflik pada tahun 2017, berdasarkan catatan dari Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA). “Dan kita sadari betul bahwa dalam setiap konflik yang terjadi, perempuan adalah kelompok rentan. Perempuan tidak ditempatkan dalam posisi kelompok kepentingan, atau pelibatan dalam pengambilan keputusan. Coba kita tengok kasus kasus penggusuran, atau perampasan tanah, perempuan tampil meneriakkan hak,” tuturnya.

Dijelaskannya, pada dasarnya di Indonesia, keadilan gender telah dijamin oleh Undang-Undang Pokok Agraria yang sudah dirumuskan sejak tahun 1960 sebagai turunan dari Pasal 33 ayat 1 UUD 1945. Undang-undang ini menyatakan bahwa tiap-tiap warga negara Indonesia baik laki-laki maupun wanita memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh suatu hak atas tanah, dan serta untuk mendapat manfaat dari hasilnya, baik untuk dirinya-sendiri maupun keluarga. Tetapi memang ada mekanisme-mekanisme yang membuat undang-undang ini tidak dapat berlaku efektif.

“Contoh, perempuan tidak dilibatkan dalam berbagai pertemuan kelompok tani atau pertemuan-pertemuan masyarakat untuk pengambilan keputusan di suatu wilayah, meskipun agenda ini diklaim sebagai agenda reforma agraria, namun menunjukkan bahwa ada yang cacat atau bias dalam prosesnya,” jelas Andi Mary.

Menurut Andi Mary, adanya regulasi yang mendukung keadilan gender saja tidak cukup menyelesaikan masalah, sebab persoalannya ada pada penerapannya di masyarakat. “Hal-hal yang harus terjawab dalam RUU menurut saya adalah bagaimana  kebijakan dalam pertanahan nantinya   mampu mengatasi kesenjangan dalam hal penguasaan, kepemilikan, pengelolaan dan pemanfaatan lahan,” tuturnya.

Advertisement

Hadir sebagai narasumber dalam dialog publik ini di antaranya Dr Yagus Suyadi SH, MSi dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Ratna Susiawati dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Susan Herawati dari Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan, dan Dinda Nuur Annisaa Yura dari Solidaritas Perempuan. (yon)

rn
source

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...