Connect with us

Nasional

Afiliasi Parpol, Calon Hakim Adhoc Dipastikan Dicoret

Published

on

Kabarpolitik.com, JAKARTA– Komisi Yudisial (KY) menegaskan akan melakukan penelusuran rekam jejak calon hakim ad hoc Tipikor. Lembaga itu memastikan tidak akan meluluskan peserta seleksi yang terafiliasi dengan partai politik (parpol).

Upaya penelusuran itu semakin kuat setelah Koalisi Pemantau Peradilan (KPP) ikut melakukan investigasi terkait 125 peserta calon hakim ad hoc Tipikor.

“Kami akan melakukan cek ulang, apabila mengarah ke latar belakang politikus. Itu jadi catatan bagi kami,” kata Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY Sukma Violetta saat dikonfirmasi, Kamis (11/7).

Sukma menyampaikan, dalam rekrutmen hakim ad hoc tipikor ini para peserta tentu mengikuti serangkaian tes. Dari hasil tes itu didapatkan sejumlah nama-nama kandidat kuat. Lantas dilakukan seleksi administrasi. Pada seleksi administrasi ini termasuk juga dengan penelusuruan rekam jejak terhadap latar belakang para hakim. Apakah terafiliasi partai politik atau tidak.

“Kalau sekarang mereka (peserta seleksi, red) tetap berhak mengikuti tes kualitas. Tahapan penelusuran track record masih agak di belakang,” ujarnya.

Advertisement

Disanksi DKPP, Ini Tanggapan Komisioner KPU Ilham Saputra

1 Jam Mengudara, Penerbangan Delta 1425 Nyaris Celaka

Korupsi BLBI, KPK Periksa Kwik Kian Gie dan Rizal Ramli

Menurut dia, dalam proses seleksi hakim agung maupun hakim ad hoc Tipikor, integritas merupakan hal yang paling utama. Sebab integritas itu akan berpengaruh terhadap putusan yang mereka buat dalam bersidang.

Sebelumnya, KPP mencatat terdapat 16 orang calon hakim ad hoc Tipikor yang memiliki afiliasi politik. Baik karena pengalaman menjadi calon atau anggota legislatif, anggota ormas sayap partai, atau tim kampanye politik.

Selain itu, KPP mencatat bahwa dari ada 41 orang calon yang termasuk wajib lapor LHKPN. Namun ada 18 orang yang tidak melaporkan kekayaannya.

Advertisement

Bahkan terdapat juga calon hakim ad hoc yang tercatat pernah dijatuhi sanksi disiplin. Oknum itu mencoba mengelabui pansel dengan mencantumkan informasi palsu pada berkas pendaftaran.

“Hanya sedikit yang mencantumkan pengalaman yang bersentuhan dengan isu antikorupsi. Padahal profesi penegak hukum seperti advokat, hakim dan akademisi mendominasi pendaftaran,” jelas peneliti ICW Tama S Langkun yang tergabung dalam KPP, Senin (8/7). (jp)

.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
width: 100% !important;
}
rn

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik7 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik7 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik7 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik8 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik8 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik8 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik8 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik8 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik8 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik8 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...