Politik
Alimudin Kolatlena Serap Aspirasi Masyarakat Maluku Terkait Pembahasan RUU BPIP
Published
11 bulan agoon
Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Gerindra, F. Alimudin Kolatlena, menggelar kegiatan partisipasi bermakna (meaningful participation) terkait pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (RUU BPIP) di Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Provinsi Maluku, Rabu (22/10/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Surya Bula ini dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi kepemudaan (OKP), lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga tokoh-tokoh lokal di daerah.
Kolatlena menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari kewajiban DPR dalam menjaring aspirasi publik terhadap setiap rancangan undang-undang, sebagaimana diamanatkan dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 91 Tahun 2020.
“Salah satu syarat dari Mahkamah Konstitusi adalah pelibatan partisipasi bermakna masyarakat dalam pembahasan setiap RUU. Karena itu, kami turun langsung ke daerah untuk mendengar pandangan masyarakat,” ujar Kolatlena.
Ia menambahkan, kegiatan serupa juga telah dilakukan di sejumlah perguruan tinggi, seperti UIN Sunan Ampel Surabaya, guna memperluas jangkauan aspirasi masyarakat terhadap RUU BPIP.
“Pada masa reses ini, karena saya juga tergabung dalam Badan Legislasi DPR RI, kami bersama BPIP memilih Maluku, khususnya Kota Bula, sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan partisipasi bermakna,” jelasnya.
Politisi Gerindra asal Maluku itu menuturkan, RUU BPIP diusulkan untuk memperkuat dasar hukum lembaga tersebut, yang selama ini masih berlandaskan pada Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2018. Dengan adanya undang-undang, diharapkan tugas dan kewenangan BPIP dalam pembinaan ideologi Pancasila dapat diperkuat.
“Dari berbagai dialog dengan tokoh bangsa, akademisi, hingga masyarakat, respons terhadap RUU ini sangat positif. Banyak yang menilai pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila di tengah tantangan modernisasi dan perubahan sosial yang cepat,” ucapnya.
Kolatlena menilai lemahnya implementasi nilai-nilai Pancasila menjadi salah satu akar dari berbagai persoalan kebangsaan saat ini. Karena itu, kehadiran Undang-Undang BPIP diharapkan dapat memperkuat karakter kebangsaan di berbagai bidang kehidupan.
“Harapannya, setelah BPIP memiliki dasar hukum yang kuat, lembaga ini tidak dijadikan alat politik oleh rezim mana pun, tetapi benar-benar menjadi penjaga ideologi bangsa,” pungkasnya.
You may like
Sugiat Santoso Ungkap Temuan 10 Bangunan di Lapas Cibinong, Minta Segera Ditertibkan
Presiden Prabowo Subianto Resmikan Wajah Baru Museum Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya
Kenang Jasa Pahlawan Revolusi, Presiden Prabowo Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026
Presiden Prabowo Siapkan Bantuan Pangan dan Subsidi Upah Kuartal IV untuk Jaga Daya Beli Masyarakat
Harap Polri Makin Dekat dengan Rakyat, PKB Dukung Pergantian Kapolri
Karopeg Setjen Kemhan Pimpin Laporan Korps Kenaikan Pangkat TNI dan PNS Kemhan, Momentum Perkuat Tanggung Jawab dan Profesionalisme
Kemhan RI Gelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026
3 Anggota DPRD Fraksi Gerindra di Jatim Diamankan Terkait Narkoba: Muhammad Ukasyah, Asrila Diska dan Afif Reza
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Sastra bisa Jadi Ruang Merawat Akal Sehat dan Kewarasan
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

