Nasional
Anggota BPJS-TK Sangat Rendah di Sulsel, Ini yang Dilakukan Dewan Pengawas BPJS
Kabarpolitik.com, MAKASSAR — Dari total 3.598.663 angkatan kerja di Sulsel, setidaknya tercatat hanya sebanyak 675.688 menjadi anggota BPJSTK atau hanya mencapai 18,78 persen.
Olehnya, Pemerintah Provinsi Sulsel bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) akan menjalin sinergitas, terkait upaya peningkatan jumlah peserta.
Menurut anggota Dewan Pengawas BPJS Syafri, angka kepesertaan yang ada, dan sinergitas program yang ada akan digenjot. Agar BPJSTK dapat menciptakan masyarakat adil dan sejahtera.
“Tugasnya adalah untuk mendukung apa yang kita cita-citakan, yakni masyarakat adil dan sejahtera pada tenaga kerja kita. Jadi kita inginkan, setiap kali Bapak Gubernur ke daerah-daerah, digaungkan supaya semakin banyak orang menjadi peserta,” sebutnya lakukan kunjungan kerja di Ruang Kerja Gubernur, Kamis (29/7/18).
Tidak hanya itu, menurutnya, jumlah peserta harus ditambah. BPJSTK tidak seperti kebutuhan akan layanan BPJS Kesehatan. Sebab, BPJSTK ini bakal diperlukan bila sewaktu-waktu mengalami kecelakan dalam bekerja,
“Karena kalau dia sakit, perlu segera, kalau BPJS Ketenagakerjaankan kita belum tau kapan kita ambil manfaatnya, tetapi sebenarnya perlu preventif,” ujarnya.
“Misalnya cacat sampai selesai cacatnya, dia kembali kerja, seluruh prosesnya kita biayai, dia tidak berhenti diberikan gaji, kita kasikan gaji, lebih banyak manfaatnya,” imbuhnya.
Secara terpisah, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah berharap, dengan adanya pertemuan ini, kedua belah pihak dapat dapat melanjutkan kerjasama dalam jangka waktu yang lama, “Semoga menguntungkan kedua belah pihak,” kata Prof Nurdin.
Nurdin juga akan mensosialisasikan ke masyarakat ketika akan ke daerah kabupaten-kota, agar partisipasi peserta dapat meningkat.(ade/fajar)
rn
source


