Connect with us

Politik

Azis Subekti Dorong Pemerintahan Kolaboratif Percepat Pemulihan Pascabencana

Published

on

Anggota Komisi II DPR RI, Azis Subekti, mengingatkan pemerintah bahwa penanganan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat merupakan ujian nyata ketahanan negara. Ia mendorong penerapan prinsip collaborative government atau pemerintahan kolaboratif agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan cepat tanpa terhambat sekat birokrasi.

Pernyataan tersebut disampaikannya kepada Parlementaria usai Rapat Kerja Komisi II DPR RI bersama Kementerian ATR/BPN, Kementerian PANRB, serta instansi terkait di Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (19/1/2026).

Azis menegaskan, kekuatan negara tidak hanya diukur dari stabilitas saat kondisi normal, tetapi juga dari kecepatan respons ketika menghadapi krisis. Ia meminta kementerian dan lembaga terkait bekerja progresif dan tidak terpaku pada prosedur administratif yang berbelit.

“Negara yang kuat bukan negara yang selalu gagah, tapi seberapa cepat ia pulih saat diuji. Inilah saatnya collaborative government dipraktikkan, tidak menunggu, tapi aktif menyelesaikan persoalan rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujar Azis.

Dalam fungsi pengawasan, Legislator Dapil Jawa Tengah VI itu menyoroti kendala administrasi yang dialami korban bencana, seperti hilangnya dokumen kependudukan dan sertifikat tanah. Ia meminta adanya diskresi dan kemudahan verifikasi data, agar korban tidak dibebani persyaratan yang tidak realistis.

Advertisement

“Kalau dokumennya hilang, tidak mungkin diminta menunjukkan KTP atau sertifikat. Cukup dengan keterangan desa, camat, atau aparat setempat,” tegasnya.

Selain itu, Azis juga menekankan pentingnya penataan ruang pascabencana dengan prinsip build back better. Rekonstruksi, menurutnya, tidak boleh sekadar membangun ulang di lokasi rawan bencana, melainkan harus dirancang agar masyarakat dapat pulih dengan kondisi yang lebih aman dan lebih baik.

“Rekonstruksi jangan sampai kembali ke kondisi yang sama dan berisiko. Harus ada build back better,” pungkas Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut.

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik5 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik5 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik5 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...