Connect with us

Politik

Bambang Haryadi Desak Sanksi Tegas untuk Dua Perusahaan Pelanggar Pengelolaan Limbah B3 di Bekasi

Published

on

rnKomisi XII DPR RI menggelar RDP dan RDPU pada Selasa, 18 November 2025, untuk membahas dugaan pelanggaran serius dalam pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) oleh dua perusahaan di Kabupaten Bekasi: PT Harrosa Darma Nusantara (HDN) dan PT Harosindo Teknologi Indonesia (HTI).rnWakil Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Haryadi, mengungkapkan bahwa pada Mei 2025 Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH RI) telah melakukan penyegelan terhadap PT HDN dan PT HTI karena dugaan pelanggaran berat dalam pengelolaan limbah B3.rnPT Harrosa Darma Nusantara disorot karena diduga melanggar persetujuan lingkungan dan teknis. Perusahaan ini diketahui mengumpulkan dan mengangkut limbah B3 ke Kabupaten Karawang, padahal izin teknisnya hanya berlaku untuk wilayah Kabupaten Bekasi.rn“Aktivitas tersebut tidak tercantum dalam dokumen lingkungan yang berlaku dan melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021,” jelas Bambang saat membuka RDP dan RDPU bersama Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, B3, Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup KLH/BPLH, serta Dirut PT HDN dan HTI di Gedung Nusantara I, Senayan.rnSementara itu, PT Harosindo Teknologi Indonesia disegel karena beroperasi tanpa dokumen upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan, serta tanpa kesesuaian pemanfaatan ruang.rn“Kami juga menerima laporan masyarakat bahwa penyegelan itu diabaikan oleh dua perusahaan tersebut,” tambah Bambang.rnLegislator Gerindra itu menilai tindakan itu sebagai bentuk perlawanan hukum. Karena itu, dalam kesimpulan rapat, Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya mendesak KLH/BPLH untuk mengambil tindakan lebih tegas.rn“Deputi Pengelolaan Sampah, Limbah B3, serta Deputi Penegakan Hukum Lingkungan Hidup perlu menjatuhkan sanksi yang lebih keras kepada PT HDN dan PT HTI, mengingat banyaknya temuan pelanggaran perizinan lingkungan,” tegasnya.rnKomisi XII juga meminta KLH/BPLH melakukan penyegelan sementara terhadap PT HDN dan PT HTI hingga seluruh dokumen perizinan dilengkapi dan semua sanksi yang diberikan dipenuhi.rn“Ini bentuk pembinaan. Silakan penuhi semua persyaratannya,” ucap Bambang.rnDirektur Pengaduan dan Pengawasan Lingkungan Hidup KLH/BPLH, Ardyanto Nugroho, menjelaskan bahwa sanksi administrasi terhadap PT Harosindo Teknologi Indonesia diterapkan melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 1825 Tahun 2025, berupa paksaan pemerintah dan denda administratif, yang ditetapkan pada 1 September 2025.rnTerdapat 13 temuan pelanggaran, antara lain: dokumen lingkungan tidak sesuai kondisi lapangan, tidak memiliki dokumen PKKPR, tidak mengolah air limbah, tidak melakukan pemantauan mutu emisi, tidak menyusun laporan mutu udara berkala, tidak memiliki kerja sama dengan pihak pengangkut atau pengelola limbah B3, tidak memiliki fasilitas penyimpanan limbah B3, penyimpanan limbah tidak sesuai ketentuan, tidak melakukan pencatatan limbah, tidak menempelkan simbol dan label B3, hingga tidak melakukan pelaporan berkala ke instansi lingkungan.rnAdapun sanksi administrasi terhadap PT Harrosa Darma Nusantara ditetapkan melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 1997 Tahun 2025 pada 25 September 2025. Pelanggaran yang dilakukan meliputi pengumpulan limbah B3 berupa dross (B313-3) dari perusahaan di Karawang yang berada di luar wilayah perizinan, penyimpanan limbah yang tidak sesuai ketentuan, pengemasan tanpa standar karakteristik limbah, tidak memasang simbol dan label, tidak melakukan pemisahan limbah sesuai karakteristik, hingga tidak melakukan pencatatan atas limbah yang dikumpulkan.rn
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik5 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik5 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik5 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...