Nasional
Banyak Jenazah Masih Tertimbun, Ini Usulan LDII
Kabarpolitik.com, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Senin (8/10) merilis masih ada 152 korban bencana di Palu dan sekitarnya yang tertimbun tanah. Lantas bagaimanakah penanganan jenazahnya?
Menurut Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Bidang Pendidikan Agama dan Dakwah Chriswanto Santoso, pemerintah harus melakukan kajian terlebih dahulu keamanan tanah yang menelan rumah sakaligus korban tersebut. “Tanah tersebut aman atau tidak untuk dilakukan upaya evakuasi,” katanya di sela paparan persiapan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LDII di Jakarta Senin (8/10).
Cris, begitu dia akrab disapa, mengatakan jangan sampai proses evakuasi dipaksakan dan malah membayakan petugas. Misalnya evakuasi menggunakan alat berat, jangan sampai alat beratnya ikut-ikutan ditelan bumi.
“Jangan-jangan alat berat jika dibawa ke titik tersebut akan amblas. Ini kan membahayakan,” tuturnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan jenazah yang tertimbun bangunan, tetapi masih ada di permukaan tanah, seharusnya dievakuasi. Sebab proses evakuasinya tinggal menyingkirkan bangunan-bangunan yang roboh. Tetapi proses evakuasi jenazah yang ditelan bumi, tidak bisa dilakukan dengan mudah.
Sesuai dengan kaidah fiqih dia mengatakan, proses evakuasi harusnya dinilai dari mudharat (manfaat negatif) dan manfaat positifnya. Jika sama-sama bakal menghasilkan mudharat, maka diambil mudharat yang paling kecil.
Contohnya jika jenazah yang tertimbun itu diangkat, berpotensi menimbulkan penyakit dan membayakan petugas evakuasi, maka sebaiknya dibiarkan tertimbun. Rekapitulasi dari BNPB menyebutkan korban jiwa gempa Palu dan sekitarnya mencapai 1.763 orang.
Dari jumlah tersebut 885 jenazah yang sudah dikubur secara masal. Kemudian ada 2.638 korban luka. Selain itu sebanyak 265 korban dinyatakan hilang.
(wan/JPC)
rn
source


