Connect with us

Nasional

Beberapa Platform Instant Messaging Down Sementara, Kominfo Imbau Pakai Ini

Published

on

Kabarpolitik.com,JAKARTA–Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) membatasi akses media sosial (medsos) dan beberapa platform instant messaging. Hal tersebut disampaikan saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (22/5).

Pembatasan akses ini untuk meredam perederan informasi palsu atau hoaks yang beredar dan terkait dengan serangkaian aksi massa di sejumlah kawasan Jakarta sejak Selasa (21/5) malam kemarin.

Menkominfo Rudiantara memamparkan, pembatasan bersifat sementara dan bertahap. “Pembatasan dilakukan untuk platform medsos dan beberapa fiturnya seperti berbagi foto dan video serta instan messaging seperti WhatsApp (WA),” katanya demikian.

Kenapa dibatasi? Rudiantara lebih jauh menjelaskan, masyarakat (dengan kepentingan tertentu) sering kali mengirim postingan yang meresahkan atau hoaks via unggahan di medsos seperti Facebook, Instagram, dan instant messaging WA. Parahnya lagi, kebanyakan foto dan video yang viral berisi konten negatif yang lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya.

“Teman-teman akan mengalami kelambatan untuk mengirim, mengunduh foto, dan video serta akses lainnya. Yang bahaya itu bukan yang diunggah di Facebook atau Instagram, tetapi yang dikirim langsung lewat WA misalnya. Secara psikologis, foto dan video yang dibagikan langsung menyentuh emosi. Bagi yang menelan mentah-mentah informasinya, itu bahaya,” jelasnya.

Advertisement

Sebagai gantinya, masyarakat untuk sementara ini diminta untuk menggunakan layanan pesan singkat (SMS) atau panggilan suara saja. Pasalnya, layanan SMS dan voice call tidak masalah. “Untuk sementara jangan percaya informasi yang beredar di medsos dulu. Cari informasi yang kredibel di media mainstream,” sambung Rudiantara.

Masih terkait pembatasan akses medsos dan instant messaging, Rudiantara mengaku langkah yang diambilnya ini sudah mengacu pada Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). “UU ITE intinya ada dua, satu meningkatkan literasi masyarakat akan digital, yang kedua manajemen konten termasuk melakukan pembatasan. Intinya itu,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengaku menyesal dan terpaksa mengambil tindakan tersebut. “Ini untuk keamanan dan kepentingan nasional. Perdamaian ini juga perlu peran penting dari masyarakat juga dengan tidak menyebari informasi yang salah. Jangan sampai termakan isu hoaks yang beredar lewat media sosial,” jelasnya. (jpc)

rn

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik7 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik7 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik7 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik8 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik8 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik8 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik8 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik8 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik8 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik8 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...