Connect with us

Nasional

Belajar Memaafkan Lawan-lawan Politik dari Anwar Ibrahim

Published

on

Kabarpolitik.com – Bakatnya sebagai seorang pemimpin sudah nampak saat ia masih kuliah di Universitas Malaya. Ia menggagas berdirinya organisasi kemahasiswaan Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM) kemudian menjadi ketuanya pada 1971.

Pada 1974 ia memimpin demo ribuan mahasiswa yang memprotes masalah kemiskinan puak Melayu yang menyebabkannya ditahan di bawah undang-undang ISA. Pada saat itu ia sangat dekat dengan tokoh-tokoh Islam sehingga diasosiasikan dengan partai Islam PAS.

Tahun 1982 Anwar Ibrahim bergabung dengan UMNO yang merupakan partai penguasa atas ajakan Mahatir Muhammad yang waktu itu baru diangkat menjadi Perdana Menteri menggantikan Datok Hussin Onn. Tahun 1983, ia dipercaya sebagai Menteri Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga. Tahun 1984 ditunjuk sebagai Menteri Pertanian. Tahun 1986 menduduki posisi yang lebih bergengsi sebagai Menteri Pendidikan.

Karirnya terus menanjak sehingga pada tahun 1991 dipercaya sebagai Menteri Keuangan. Tahun 1993 dipercaya sebagai Wakil Perdana Menteri sebagai puncak hubungan mesra Mahatir-Anwar. Bahkan publik berspekulasi bahwa Anwar dipersiapkan Mahathir untuk menggantikannya.

Tahun 1998 Malaysia seperti juga Indonesia, mengalami krisis ekonomi yang serius. Menghadapi situasi sulit ini kedua tokoh ini berbeda pendapat dalam hal cara mengatasinya. Hubungan kedua tokoh yang dianggap antara mentor dan muridnya ini mulai renggang. Seperti dilansir RMOL.co (Jawa Pos Grup), bersamaan dengan itu muncul isu nepotisme dan kroniisme yang mengarah ke Mahathir. Sementara Anwar mulai menggelorakan perlunya reformasi. Anwar kemudian dicopot dari posisinya sebagai Wakil Perdana Menteri dan harus meringkuk di penjara dengan tuduhan keji yaitu melakukan sodomi (liwath).

Advertisement

Saat Abdullah Badawi menggantikan Mahathir 2003, Anwar dibebaskan. Bersama teman-temannya ia kemudian mendirikan partai politik baru bernama Partai Keadilan Rakyat (PKR). Saat Najib Razak naik tahta menggantikan Abdullah Badawi tahun 2009 sebagai Perdana Menteri, Anwar kembali ditahan dengan tuduhan yang sama untuk kedua kalinya. Selama Anwar ditahan, PKR dipimpin oleh istrinya Wan Azizah Wan Ismail yang dibantu putrinya Nurul Izzah.

Menyongsong Pemilu 2018, PKR berkoalisi dengan Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) yang didirikan Mahatir setelah keluar dari UMNO, demi menghadapi musuh bersama PM Najib Razak. Saat itu ekonomi Malaysia terpuruk, dan saat bersamaan Perdana Menteri Najib Razak menghadapi tuduhan mega korupsi.

Salah satu kesepakatan yang menarik dari kedua tokoh yang kembali rukun ini adalah; Jika oposisi menang dalam Pemilu, maka Mahathir dan Anwar akan berbagi waktu dalam memimpin sebagai perdana menteri. Sebagaimana telah kita ketahui ternyata koalisi Mahathir-Anwar berhasil menumbangkan petahana.

Sesaat setelah Mahathir dilantik menjadi PM Malaysia, ia segera membebaskan Anwar dari penjara, dan ia berjanji akan memimpin Malaysia sekitar dua tahun saja. Anwar kemudian berjuang untuk kembali ke parlemen melalui Pemilu Sela. Beberapa hari yang lalu ia telah dilantik sebagai anggota parlemen. Perjalanannya untuk menduduki kursi Perdana Menteri tinggal selangkah lagi.

Ada sejumlah pelajaran penting yang dapat dipetik dari perjalanan dan kiprah politik Anwar Ibrahim. Pertama, walaupun menjabat mentri berkali-kali, akan tetapi gaya hidup Anwar dan keluarganya tidak berubah. Ia tetap menjalani hidup bersahaja dan tidak menimbun harta.

Advertisement

Kedua, ia tidak nepotis dalam pengertian tidak menarik-narik anak dan istrinya atau keluarga dekatnya untuk ikut menikmati kekuasaan. Istri dan anak Anwar baru terjun ke politik dan berpartai saat Anwar mendekam di dalam penjara.

Ketiga, walaupun jelas Anwar dizalimi dan dinista, sehingga ia menderita lahir dan bathin selama bertahun-tahun, akan tetapi ia tetap istiqamah dan terus merawat idealismenya. Keempat, ia difitnah melakukan sodomi, dan keluarganya diintimidasi dalam berbagai bentuknya, akan tetapi mereka tetap tabah dan sabar menjalaninya. Kelima, ia mampu memaafkan lawan-lawan politiknya, demi kepentingan bangsa dan negaranya.

Sangat langka politisi seperti Anwar Ibrahim saat ini, begitu juga keluarga yang mendampinginya. Ada kalanya sang ayah tahan terhadap godaan, sementara istri atau anak belum tentu.

Ada juga yang lulus terhadap godaan penderitaan tapi tidak lulus terhadap godaan kekuasaan atau kesenangan. Mereka sekeluarga telah lulus terhadap godaan keduanya. Kita doakan semoga ke depan mereka tetap istiqamah. Sebuah pelajaran berharga bagi para politisi Indonesia. (met/JPC)

rn
source

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...