Politik
Bob Hasan: Implementasi KUHP–KUHAP di Daerah Sejalan Arahan Pusat
Published
6 bulan agoon
Anggota Komisi III DPR RI, Bob Hasan, memastikan potensi kesalahan tafsir aparat penegak hukum, khususnya di daerah, dalam memahami penerapan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang mulai berlaku pada 2026 sangat kecil.
Menurutnya, penerapan KUHP dan KUHAP baru di daerah tidak akan melenceng jauh dari kebijakan dan arahan pusat.
“Potensi kesalahan tafsir sangat kecil. Kemungkinan penerapannya di daerah, khususnya di Bangka Belitung, tidak akan meleset atau menyimpang dari arahan pusat,” ujar Bob Hasan saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi III DPR RI ke Provinsi Bangka Belitung, Pangkal Pinang, Kamis (22/01/2026).
Dalam pertemuan dengan jajaran Polda Bangka Belitung, Kejaksaan, serta Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisi III DPR RI memastikan kesiapan aparat penegak hukum dalam mengimplementasikan KUHP dan KUHAP yang baru.
Usai paparan terkait sosialisasi dan persiapan implementasi KUHP dan KUHAP oleh berbagai institusi penegak hukum, Bob Hasan menyatakan keyakinannya bahwa kesamaan pemahaman aparat tidak hanya terjadi di Bangka Belitung, tetapi juga di seluruh daerah di Indonesia.
“Saya sangat yakin, bukan hanya di Bangka Belitung, tetapi di seluruh daerah di Indonesia,” kata politisi Fraksi Partai Gerindra yang juga menjabat Ketua Badan Legislasi DPR RI tersebut.
Ia menegaskan bahwa struktur kelembagaan Kepolisian, Kejaksaan, dan BNN bersifat terpusat, sehingga penerapan kebijakan di daerah tetap berada dalam satu garis komando nasional.
“Struktur Kepolisian, Kejaksaan, dan BNN memang tidak terlepas dari sistem sentralisasi dan arahan dari pusat,” jelasnya.
Bob Hasan menambahkan bahwa kesamaan visi antara pusat dan daerah menjadi fondasi utama dalam penerapan KUHP dan KUHAP.
“Oleh karena itu, aparat di daerah tidak boleh lepas dari cara berpikir dan visi yang telah ditetapkan di tingkat pusat,” tegasnya.
Meski mengakui adanya perbedaan kultur penegakan hukum di tiap daerah, ia menekankan bahwa implementasi hukum harus tetap berada dalam koridor konstitusi.
“Setiap daerah memang memiliki kultur masing-masing, namun seluruh perundang-undangan di Republik ini harus tunduk pada legal culture kita, yaitu konstitusi dan Undang-Undang Dasar 1945,” pungkasnya.
Menhan Tinjau Marshaling Area Yonif TP 941/Singa Perbangsa, Tekankan Pengabdian Prajurit untuk Rakyat dan Negara
Wamenhan RI Terima Audiensi Rektor Unhan beserta DPP KIPI, Bahas Penguatan Ilmu Pertahanan
Sufmi Dasco Ahmad Fasilitasi Penyelesaian Aspirasi Pekerja PT Sinergi Gula Nusantara
Keselamatan Nelayan Jadi Prioritas, Novita Wijayanti Salurkan Life Jacket di Cilacap
Gerindra Serang Wujudkan Mimpi Pelajar Kurang Mampu untuk Melanjutkan Pendidikan
Presiden Prabowo: Anak Buruh dan Petani Jadi Lulusan Terbaik IPDN, Bukti Meritokrasi Berjalan
Presiden Prabowo Minta Pamong Praja Utamakan Kepentingan Rakyat dalam Setiap Keputusan
Presiden Prabowo Ingatkan Pamong Praja Muda, Persatuan Bangsa Tak Boleh Dipecah Belah
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Perolehan Medali Sea Games 2025, Indonesia Sementara Kumpulkan 62 Emas
Turn Back Hoax: [SALAH] Ditemukan Gunung Emas Baru di Papua
Salat Jumat di Masjid Abdullah Noor Pecenongan, Wapres Sapa Warga dan Salurkan Bantuan Sembako
Ketua ICMI Orda Kota Bekasi Inayatullah Hadiri Kajian Tafsir Tematik

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

