Connect with us

Politik

Bob Hasan Pastikan Pasal dalam RUU PPMI Hasil Proses Panjang dan Mendalam

Published

on

Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Bob Hasan, menegaskan bahwa setiap pasal dalam Rancangan Undang-Undang tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (RUU PPMI) dirumuskan melalui proses panjang dan perdebatan mendalam, bukan asal dibuat.

“Fakta dan data kita ulas menjadi abstraksi, abstraksi kita telurkan menjadi norma, norma kemudian kita turunkan menjadi materi muatan, hingga akhirnya menjadi pasal,” ujar Bob Hasan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Baleg DPR RI dengan Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI), di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (3/9/2025).

Bob menjelaskan, penyusunan pasal tidak bisa hanya bersumber dari segelintir orang. Setiap ketentuan disusun berdasarkan masukan narasumber dalam rapat dengar pendapat, pandangan anggota DPR, panitia kerja (Panja), organisasi masyarakat, hingga mitra pemerintah.

“Jadi tidak sembarang pasal yang kita lahirkan. Ada diskusi, ada perdebatan, dan ada masukan dari berbagai pihak,” tegas Legislator Fraksi Partai Gerindra itu.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa setelah DPR merumuskan pasal, draf tersebut masih harus dibahas bersama pemerintah melalui Daftar Inventarisasi Masalah (DIM).

Advertisement

“Pemerintah pasang DIM, kita berdebat lagi dengan pemerintah, baru kemudian diundangkan,” jelasnya.

Baleg DPR RI, kata Bob, selalu membuka ruang kritik, bahkan dari pihak yang menolak sebuah undang-undang. Ia mencontohkan pembahasan UU Minerba, di mana kelompok penolak tetap diundang untuk menyampaikan pandangan.

Bob juga menyinggung lahirnya pasal pengampunan bagi pekerja migran non-prosedural dalam revisi RUU PPMI. Menurutnya, ketentuan itu lahir bukan semata dari DPR, melainkan hasil desakan publik.

“Keluarlah itu pasal pengampunan. Itu bukan otak kita, tapi hasil diskusi panjang dan tekanan masyarakat,” tegasnya.

Dalam pembahasan RUU PPMI, Baleg menyerap berbagai masukan terkait penguatan perlindungan pekerja migran, mulai dari aspek hukum, ekonomi, hingga tanggung jawab pemerintah pasca-penempatan. Data Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mencatat, penempatan pekerja migran pada 2024 mencapai 297.434 orang, naik dari 273.965 pada 2023. Namun, sepanjang Januari–April 2025 terdapat 145 kasus pengaduan, mayoritas terkait permintaan pemulangan.

Advertisement

Karena itu, Bob menekankan pentingnya soliditas asosiasi penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI).

Sebagai informasi, RUU PPMI merupakan revisi ketiga atas UU Nomor 18 Tahun 2017 dan telah masuk dalam Prolegnas Prioritas 2025. Revisi ini diharapkan memperbaiki tata kelola penempatan, mempertegas kewajiban pemerintah pusat dan daerah, serta menjamin perlindungan menyeluruh bagi pekerja migran sebelum, saat, dan setelah bekerja di luar negeri.

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...