Politik
Bob Hasan Tegaskan KUHAP dan KUHP Baru Berorientasi pada Keadilan Restoratif
Published
6 bulan agoon
Anggota Komisi III DPR RI, Bob Hasan, menyatakan bahwa pembaruan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) bertujuan mengubah cara pandang penegakan hukum di Indonesia.
Legislator yang juga menjabat Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR itu menegaskan, dua undang-undang tersebut diarahkan untuk menjadikan keadilan restoratif sebagai fondasi utama sistem hukum nasional.
“Ujungnya adalah bagaimana restorative justice bisa diterapkan di masyarakat,” ujar Bob Hasan usai Kunjungan Kerja Spesifik Komisi III DPR RI ke Polda Provinsi Bangka Belitung, Pangkal Pinang, Kamis (22/01/2026).
Ia menekankan bahwa ke depan, hukum pidana tidak lagi semata-mata menjadikan pemidanaan sebagai satu-satunya solusi penyelesaian perkara. Menurutnya, tidak semua tindak pidana dilakukan dengan niat jahat atau mens rea.
“Tidak semua pelaku tindak pidana dilatarbelakangi niat jahat. Ini menjadi konsep makro dalam pembaharuan KUHAP dan KUHP,” jelas politisi Fraksi Partai Gerindra itu.
Bob Hasan menambahkan, pembaruan ini juga menjadi langkah Indonesia meninggalkan sistem hukum pidana warisan kolonial yang dinilai sudah tidak relevan. Ia menekankan perlunya perubahan pola pikir aparat penegak hukum menuju sistem yang mencerminkan nilai kemerdekaan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
“Bentuk hukum yang merdeka tentu harus menghargai dan menghormati hak asasi manusia, tanpa menafikan bahwa setiap orang bisa melakukan kesalahan,” tegasnya.
Dalam konteks penegakan hukum, ia menilai aparat harus lebih cermat menilai unsur kesalahan, dengan menimbang secara seimbang antara mens rea dan actus reus.
Bob Hasan berharap, penerapan KUHAP dan KUHP baru nantinya mampu mendorong penegakan hukum yang tidak hanya berorientasi pada kepastian hukum, tetapi juga keadilan substantif, perlindungan HAM, serta pemulihan bagi semua pihak yang terlibat.
Menhan Tinjau Marshaling Area Yonif TP 941/Singa Perbangsa, Tekankan Pengabdian Prajurit untuk Rakyat dan Negara
Wamenhan RI Terima Audiensi Rektor Unhan beserta DPP KIPI, Bahas Penguatan Ilmu Pertahanan
Sufmi Dasco Ahmad Fasilitasi Penyelesaian Aspirasi Pekerja PT Sinergi Gula Nusantara
Keselamatan Nelayan Jadi Prioritas, Novita Wijayanti Salurkan Life Jacket di Cilacap
Gerindra Serang Wujudkan Mimpi Pelajar Kurang Mampu untuk Melanjutkan Pendidikan
Presiden Prabowo: Anak Buruh dan Petani Jadi Lulusan Terbaik IPDN, Bukti Meritokrasi Berjalan
Presiden Prabowo Minta Pamong Praja Utamakan Kepentingan Rakyat dalam Setiap Keputusan
Presiden Prabowo Ingatkan Pamong Praja Muda, Persatuan Bangsa Tak Boleh Dipecah Belah
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Perolehan Medali Sea Games 2025, Indonesia Sementara Kumpulkan 62 Emas
Turn Back Hoax: [SALAH] Ditemukan Gunung Emas Baru di Papua
Salat Jumat di Masjid Abdullah Noor Pecenongan, Wapres Sapa Warga dan Salurkan Bantuan Sembako
Ketua ICMI Orda Kota Bekasi Inayatullah Hadiri Kajian Tafsir Tematik

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

