Connect with us

Nasional

Daerah Tolak Tanggung Gaji PPPK, Baleg DPR: Bukti Kegagalan Pemerintah

Published

on

Kabarpolitik.com–Penolakan sejumlah wali kota di Indonesia untuk menanggung gaji PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) dari APBD, dinilai sebagai bukti gagalnya pemerintahan Joko Widodo menyelesaikan masalah honorer K2. Rekrutmen PPPK dinilai sekadar alat kampanye politik.

“Pak Jokowi tidak profesional dalam mengambil kebijakan. Kalau mau rekrutmen PPPK, mestinya tahun-tahun sebelumnya agar lebih terencana,” kata Bambang Riyanto, anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Kamis (4/4).

Jokowi, lanjut Bambang, mengelola pemerintahan ini menggunakan manajemen asal-asalan. Semua tanpa perencanaan. Padahal, sistem penganggaran di Indonesia sudah jelas.

Sebelum dibebankan ke daerah, pusat harusnya sudah menganggarkannya dalam APBN pos Dana Alokasi Umum (DAU) kemudian ditransfer ke daerah. Daerah memasukkannya dalam APBD.

“Kalau sekarang tidak begitu. Daerah sudah menyelesaikan pembahasan APBD sejak triwulan tiga 2018. PP Manajemen PPPK baru ditetapkan akhir 2018 ketika APBD sudah diketuk. Tiba-tiba daerah dipaksa merekrut PPPK dari honorer K2 pada Februari 2019. Ini manajemen apa-apaan,” beber politikus Gerindra ini.

Advertisement

“Kalau daerah kemudian menolak, wajar saja. Masa ide Jokowi, daerah yang dipersulit. Jangan main kasar lah dalam berpolitik. Semua tahu kok semua kebijakan serba dadakan ini hanya untuk kepentingan Pilpres,” sambungnya.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Pemerintah Kota se-Indonesia (Apeksi), Airin Rachmi menegaskan, wali kota di seluruh Indonesia sepakat menyatakan keberatan atas pembebanan gaji PPPK dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di tiap pemerintah kota.

Menurut Airin yang juga wali kota Tangerang Selatan itu, tidak semua daerah memiliki kemampuan membuat pos anggaran baru untuk gaji PPPK yang baru seleksi beberapa waktu lalu. Pemda justru berharap gaji untuk PPPK diberikan oleh pemerintah pusat. (jpnn)

rn
source

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik7 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik7 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik7 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik8 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik8 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik8 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik8 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik8 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik8 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik8 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...