Connect with us

Nasional

Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia Klarifikasi Isu Pelantikan Tim Kreatif di Lingkungan Kementerian Pertahanan

Published

on

Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia Klarifikasi Isu Pelantikan Tim Kreatif di Lingkungan Kementerian Pertahanan

Jakarta — Menyikapi isu yang berkembang di ruang publik dan media sosial terkait dugaan pelantikan tim kreatif di lingkungan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia (GBN-MI) menyampaikan klarifikasi resmi bahwa kegiatan pelantikan yang berlangsung pada 19 Desember 2025 merupakan agenda internal organisasi, dan tidak berkaitan secara struktural maupun kelembagaan dengan Kementerian Pertahanan.

Klarifikasi tersebut disampaikan untuk meluruskan berbagai informasi yang beredar, sekaligus mencegah terjadinya kesalahpahaman publik terkait keterlibatan figur publik dalam kegiatan bela negara. Penegasan ini disampaikan dalam konferensi pers GBN-MI yang digelar di kawasan Senayan City, Jakarta, pada Jumat (26/12/2025).

Dalam kesempatan tersebut, GBN-MI menegaskan bahwa Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia merupakan organisasi kemasyarakatan (ormas) bela negara yang dibentuk dan direkomendasikan oleh Kementerian Pertahanan melalui Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Ditjen Pothan) Kementerian Pertahanan (Kemhan). Namun demikian, GBN-MI bukan merupakan bagian dari struktur organisasi Kementerian Pertahanan. Keberadaan organisasi ini dimaksudkan untuk mendukung dan memperluas jangkauan program Bela Negara kepada masyarakat, khususnya dalam penanaman nilai-nilai kebangsaan, cinta tanah air, dan kesadaran berbangsa dan bernegara.

Ketua Umum GBN-MI, Muhammad Faisal Manaf, menjelaskan bahwa pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Nasional GBN-MI yang dilaksanakan bertepatan dengan Peringatan Hari Bela Negara ke-77 diselenggarakan di Aula Bela Negara, Gedung Kemhan. Namun ditegaskan bahwa penggunaan fasilitas tersebut tidak dapat dimaknai sebagai pelantikan resmi oleh Kementerian Pertahanan, melainkan semata-mata sebagai lokasi kegiatan internal organisasi.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa bela negara merupakan hak sekaligus kewajiban setiap warga negara sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat dalam kegiatan bela negara bersifat terbuka dan inklusif, tanpa memandang latar belakang profesi, selama dilandasi komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Lebih lanjut Wakil Ketua Umum Bidang Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) Sunan Kalijaga disampaikan bahwa keterlibatan figur publik dalam gerakan bela negara bukanlah hal baru. Sejak 2015, Ditjen Pothan Kemhan telah mendorong partisipasi publik figur dan influencer untuk menyuarakan nilai-nilai bela negara secara kreatif dan komunikatif agar mudah diterima masyarakat.

Advertisement

Terkait keterlibatan figur publik Ayu Aulia, GBN-MI menegaskan bahwa yang bersangkutan berperan sebagai bagian dari tim kreatif internal organisasi GBN-MI, tidak menerima imbalan apa pun, serta tidak memiliki status, penugasan, atau keterikatan dalam kapasitas apa pun dengan Kementerian Pertahanan, baik secara struktural maupun nonstruktural.

Sementara itu, Ketua Bidang Kreatif GBN-MI, Shankar Ramchand, menyampaikan bahwa penguatan komunikasi publik menjadi salah satu instrumen penting dalam menyosialisasikan program bela negara kepada masyarakat luas. Menurutnya, bela negara tidak hanya dimaknai sebagai ekspresi simbolik, tetapi diwujudkan melalui program nyata, kegiatan edukatif, serta pemanfaatan berbagai kanal komunikasi yang konstruktif dan bertanggung jawab.

Kementerian Pertahanan melalui Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan memandang klarifikasi ini sebagai bagian dari upaya bersama untuk menjaga akurasi informasi di ruang publik, sekaligus menegaskan kembali bahwa Kemhan tidak melakukan pelantikan, pengangkatan, maupun penugasan figur publik sebagai tim kreatif Kemhan dalam kegiatan dimaksud.

Melalui klarifikasi ini, diharapkan tidak lagi terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat, serta dapat memperkuat sinergi seluruh elemen bangsa dalam menanamkan nilai-nilai bela negara secara tepat, proporsional, dan bertanggung jawab, sesuai dengan kerangka hukum dan kebijakan nasional. (Biro Infohan Setjen Kemhan)

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik5 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik5 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik5 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...