Politik
Habiburokhman: Negara Wajib Melindungi WNI di Luar Negeri, Apapun Status Hukumnya
Published
6 bulan agoon
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menegaskan bahwa negara memiliki kewajiban mutlak untuk memberikan perlindungan kepada setiap Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri, tanpa memandang status hukum yang melekat pada mereka. Penegasan ini disampaikan untuk merespons maraknya kasus WNI yang terjerat persoalan hukum di mancanegara, termasuk dugaan keterlibatan dalam sindikat kejahatan siber atau penipuan daring (scammer).
Pernyataan tersebut disampaikan Habiburokhman dalam konferensi pers usai memimpin Rapat Kerja Komisi III DPR RI bersama Kapolri di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026). Ia menekankan bahwa fungsi perlindungan negara tidak boleh luntur hanya karena seorang warga negara berstatus tersangka maupun terpidana di negara lain.
“Terkait warga negara kita di luar negeri, mereka tetap bagian dari bangsa ini dan negara wajib memberikan perlindungan, apapun statusnya. Jangankan diduga sebagai pelaku kejahatan siber, bahkan mereka yang telah dituduh atau terbukti melanggar hukum di luar negeri pun tetap harus kita lindungi,” tegas Habiburokhman.
Menurutnya, pendampingan hukum serta perlindungan hak asasi manusia merupakan amanat konstitusi yang harus dijalankan oleh pemerintah dan aparat penegak hukum. Ia mencontohkan bahwa negara tetap berkewajiban hadir bahkan bagi WNI yang menghadapi ancaman hukuman paling berat sekalipun.
“Kita tetap melakukan perlindungan terhadap warga negara yang menghadapi tuntutan hukuman mati dan ancaman hukum lainnya. Dalam konteks hak mereka sebagai warga negara, perlindungan harus diberikan secara maksimal,” lanjutnya.
Menutup pernyataannya, Habiburokhman menegaskan bahwa sikap Komisi III DPR RI mengedepankan aspek perlindungan sebagai bagian dari fungsi penyeimbang (checks and balances). Hal ini penting untuk mencegah generalisasi yang berpotensi mengabaikan hak-hak WNI, mengingat dalam banyak kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO), batas antara korban yang dipaksa dan pelaku kerap kali tipis dan memerlukan pendalaman hukum yang cermat.
You may like
Azis Subekti Ingatkan Gubernur BI Baru Utamakan Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi
Rocky Candra Berhasil Perjuangkan 1.730 Sambungan City Gas untuk Warga Jambi
Habiburokhman: RUU Perampasan Aset Harus Berkeadilan, Partisipatif, dan Efektif Berantas Kejahatan
Hekal Pastikan Transisi Kepemimpinan BI Tak Ganggu Stabilitas Keuangan Nasional
Soroti Kematian Karumga Eks Jampidsus, Bimantoro Minta Polda Bertindak Cepat dan Transparan
Presiden Prabowo Pimpin Rapat KSSK, Perkuat Stabilitas Keuangan dan Kepercayaan Pasar
Presiden Prabowo Perkuat Sinergi Perguruan Tinggi dan PT PAL Demi Kebangkitan Industri Kapal Nasional
Irjen Kemhan Hadiri Peringatan Ke-99 Hari Jadi Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Perolehan Medali Sea Games 2025, Indonesia Sementara Kumpulkan 62 Emas
Turn Back Hoax: [SALAH] Ditemukan Gunung Emas Baru di Papua
Salat Jumat di Masjid Abdullah Noor Pecenongan, Wapres Sapa Warga dan Salurkan Bantuan Sembako
Ketua ICMI Orda Kota Bekasi Inayatullah Hadiri Kajian Tafsir Tematik

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

