Politik
Hadapi Krisis Global, Presiden Prabowo Percepat Transformasi Energi dan Ketahanan Pangan Indonesia
Published
7 bulan agoon
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan bahwa situasi krisis global justru mendorong percepatan agenda transformasi nasional, terutama dalam upaya mencapai swasembada pangan dan energi. Hal tersebut disampaikan Presiden saat memberikan pengantar dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Presiden menilai kondisi global saat ini memaksa pemerintah untuk mempercepat langkah-langkah strategis yang sebenarnya telah direncanakan sejak lama. Berbagai tantangan yang muncul, menurut Presiden, justru menjadi momentum untuk mengakselerasi transformasi nasional.
“Menurut saya, krisis justru mempercepat rencana transformasi kita. Akhirnya kita dipaksa akselerasi. Kita sudah mengerti masalahnya, dari dulu kita ingin swasembada pangan, swasembada energi. Kita sudah mengarah ke situ, tapi sekarang akan mempercepat,” ujar Presiden.
Kepala Negara menjelaskan bahwa pemerintah telah lama menyadari pentingnya pengalihan menuju energi terbarukan serta pemanfaatan sumber energi yang berasal dari dalam negeri. Kondisi global saat ini dinilai mendorong upaya tersebut dilakukan dengan lebih cepat dan intensif.
“Kita sudah tahu bahwa kita harus melakukan pengalihan energi pada energi terbarukan, kepada energi yang kita miliki sendiri. Kita sudah paham itu. Ini mempercepat, jadi memaksa kita untuk bekerja lebih keras,” kata Presiden.
Selain itu, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia memiliki berbagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan sebagai energi alternatif, termasuk bahan bakar nabati yang berasal dari komoditas pertanian. Presiden menuturkan, Indonesia juga memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan lainnya seperti panas bumi dan tenaga air.
“Kita punya kelapa sawit, bisa kita ubah menjadi solar, bisa menjadi etanol. Kita bisa dari tebu, dari singkong, dari jagung. Ini kita punya semua. Kita punya geotermal yang banyak. Kita bisa pakai kekuatan air, hidro, mini hidro, banyak sekali,” tutur Presiden.
Dalam rencana tersebut, pemerintah menargetkan pembangunan kapasitas tenaga surya hingga 100 gigawatt dalam dua tahun ke depan. Presiden menyebut kebutuhan lahan untuk proyek tersebut diperkirakan mencapai sekitar 100 ribu hektare yang sebagian potensinya telah teridentifikasi.
“Kita akan melaksanakan pembangunan yang sangat cepat terhadap tenaga surya, yang rencananya kita akan melakukan 100 gigawatt yang kita targetkan harus selesai dalam dua tahun yang akan datang ini. 100 gigawatt itu adalah 100 ribu megawatt, berarti kita butuh secara garis besar sekitar 100 ribu hektare,” ucap Presiden.
Selain pengembangan energi terbarukan, Presiden juga menyampaikan adanya sejumlah penemuan sumber gas baru yang memperkuat prospek ketahanan energi nasional. Salah satunya berada di kawasan Laut Andaman yang akan dikelola oleh perusahaan energi Mubadala Energy.
“Kita juga menemukan ladang gas yang besar di Andaman yang sudah ditemukan dan akan dikerjakan dalam waktu singkat oleh Mubadala. Kita juga sebentar lagi akan membuka ladang Masela, juga ladang gas yang sangat-sangat besar,” ungkap Presiden.
Dengan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki, Presiden Prabowo optimistis Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan global sekaligus memperkuat fondasi kemandirian nasional, khususnya di sektor pangan dan energi.
DPC Gerindra Purbalingga Jalankan ASRI, Gotong Royong Bersihkan Sungai Cilapar
DPC Gerindra Kudus Hidupkan Semangat ASRI Lewat Kerja Bakti di Makam Pahlawan
DPC Gerindra Semarang Turun ke Jalan, Wujudkan Lingkungan Bersih dan Hijau
Wujudkan Ekonomi Hijau, DPD Gerindra DIY dan DPC Gerindra Bantul Bersih-Bersih Pantai Baru
Gerindra Ngaliyan Ajak Warga Sambut Musim Hujan dengan Penghijauan dan Bersih Lingkungan
Kunker di Tasikmalaya, Menhan Sjafrie Tinjau Yonif TP 335/Macan Sukapura: Tegaskan Sinergitas TNI-Pemda dan Tugas Pengabdian kepada Rakyat
Soroti Krisis Hunian, Syaiful Huda Minta Program 3 Juta Rumah Benahi Masalah Lahan
Maman Imanul Haq: Pemberhentian Rektor UINSA Sudah Tepat, Jadi Pelajaran bagi Kemenag
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Sastra bisa Jadi Ruang Merawat Akal Sehat dan Kewarasan
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

