Politik
Husni: Komisi VIII DPR Cari Skema Tekan Biaya Haji 2027 Tanpa Kurangi Kualitas Layanan
Published
2 bulan agoon
Anggota Komisi VIII DPR RI, M. Husni, menegaskan Komisi VIII akan mengkaji secara cermat usulan pemerintah mengenai Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 2027 sebesar Rp107 juta. Menurutnya, setiap usulan kenaikan biaya harus dievaluasi secara menyeluruh agar tidak membebani calon jemaah, sekaligus tetap menjamin kualitas pelayanan penyelenggaraan ibadah haji.
Husni menjelaskan, usulan kenaikan BPIH dipengaruhi oleh sejumlah faktor, terutama meningkatnya biaya transportasi udara akibat dinamika geopolitik global. Selain itu, terdapat penyesuaian pada komponen layanan, seperti akomodasi dan konsumsi selama di Arab Saudi.
“Yang sudah pasti hari ini harga avtur itu sudah naik. Jadi sebetulnya komponen yang paling besar daripada kenaikan itu adalah di bahan bakar dan rute perjalanan itu sendiri akibat perang di Amerika-Iran,” ujar Husni di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Legislator dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara I itu mengatakan Komisi VIII tengah menyiapkan sejumlah skenario efisiensi untuk menekan biaya penyelenggaraan haji tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada jemaah. Salah satu opsi yang dikaji adalah penyesuaian biaya sewa pesawat karena musim keberangkatan haji 2027 diperkirakan tidak lagi bertepatan dengan periode high season. Selain itu, DPR juga mempertimbangkan pemangkasan masa tinggal jemaah di Arab Saudi dari sekitar 41 hari menjadi 30 hari.
“Tentunya untuk tahun 2027 itu tingkat *high season* penggunaan pesawatnya sudah turun. Mungkin di situ salah satu yang bisa kita turunkan biaya. Kemudian mempersingkat masa haji itu sendiri yang selama ini 41 hari menjadi 30 hari, sehingga memberikan dampak penurunan harga kepada calon jemaah haji tahun 2027. Jadi misalnya harga itu pun turun, bukan nilai pelayanannya yang turun. Tapi komponen-komponen yang kurang penting,” jelasnya.
Terkait skema pembiayaan, Husni menyatakan Komisi VIII tidak sependapat dengan usulan penggunaan Nilai Manfaat Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) hingga 60 persen untuk menopang biaya haji. Menurutnya, skema tersebut berpotensi mengurangi keberlanjutan dana manfaat yang juga menjadi hak calon jemaah yang masih berada dalam daftar tunggu.
Ia mengingatkan bahwa pengalaman penyelenggaraan ibadah haji pascapandemi Covid-19 menunjukkan pentingnya menjaga keseimbangan antara besaran biaya yang dibayarkan jemaah dengan pemanfaatan dana manfaat BPKH. Oleh karena itu, Komisi VIII berkomitmen menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menetapkan komposisi pembiayaan.
“Kita tidak akan menyetujui usulan 60 persen tersebut. Komposisi yang wajar dan berkeadilan berada di kisaran 35 hingga 40 persen. Komisi VIII akan terus menggelar rapat maraton untuk menentukan harga yang paling rasional dan tidak merugikan jemaah di masa depan,” tegas Husni.
Pejuang Politik Gerindra ini pun menambahkan, pembahasan BPIH 2027 akan dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan kemampuan calon jemaah, keberlanjutan pengelolaan dana haji, serta kualitas pelayanan. Dengan demikian, keputusan yang diambil diharapkan tetap menjunjung prinsip keadilan bagi seluruh jemaah, baik yang akan berangkat pada 2027 maupun mereka yang masih menunggu antrian keberangkatan.
Kemhan Perkuat Nilai Dasar Bela Negara Kepada Peserta KKRI, Bentuk Generasi Menuju Indonesia Emas
Kemhan RI Gelar Retret Protestan 2026, Momentum Bertumbuh Dalam Iman, Berkarya Dengan Integritas dan Melayani Dengan Kasih
Tinjau Huntap Pascabencana di Sumut, Wapres Pastikan Fasilitas Dasar dan Pemulihan Ekonomi Warga Jadi Prioritas
Menhan RI Terima Duta Besar Negara Qatar, Bahas Tindak Lanjut Kerja Sama Pertahanan
Prioritaskan Keselamatan dan Mobilitas Masyarakat, Wapres Minta Sabo Dam Hutanabolon dan Jembatan Garoga Rampung Tepat Waktu
Tinjau Huntara di Tapsel, Wapres Minta Maaf kepada Warga dan Pastikan Pembangunan Huntap Dimulai Bulan Ini
Dalam Perjalanan Menuju Sabo Dam, Wapres Temui Warga Terdampak Yang Menyampaikan Aspirasi di Pinggir Jalan
Wapres Dorong Penguatan Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam Percepatan Pemulihan Pascabencana Sumut
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Sugiat Santoso Dorong Anggaran Kementerian Hukum Lebih Berpihak kepada Rakyat
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
La Tinro Usul Wilayah Adat yang Telah Ditetapkan Ditutup untuk Penerbitan HGU Baru

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

