Nasional
Jenderal Bintang Dua Kena Prank Sumbangan Rp2 Triliun, Pengamat Kepolisian Bilang Begini
Kabarpolitik.com, JAKARTA– Pengamat Kepolisian Sahat Dio membongkar penyebab Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri menjadi korban kasus sumbangan Rp 2 triliun yang hoax dari Putri Akidi Tio, Heriyanti.
Irjen Eko Indra Heri dinilai publik terkena prank atau menjadi korban hoaks. Jadi, tidak heran muncul permintaan agar jenderal bintang dua itu diperiksa dan dinonaktifkan menyeruak ke permukaan.
“Karena, dianggap tak teliti dalam mencari informasi awal,” ucapnya dalam keterangan GenPI.co peroleh, Selasa (3/8).
Dia menjelaskan, publik tidak usah terburu-buru mengambil kesimpulan atas persoalan yang sejak awal ramai diperbincangkan ini.
“Biarkan penyidik bekerja. Toh, katanya masih dalam pemeriksaan pihak-pihak yang diduga terkait,” ujarnya.
Sahat berharap semua pihak tidak menyalahkan Kapolda Sumsel atau pihak pemerintah daerah (pemda) setempat.
Karena, pada dasarnya siapa pun orangnya, tentunya akan diterima dengan tangan terbuka apabila hendak berderma membantu penanganan pandemi.
“Saya kira siapa pun pasti akan bersikap sama. Sangat jarang atau nggak akan pernah ditemukan orang yang menolak saat hendak diberi sumbangan. Niatnya awalnya baik,” katanya.
Sebagaimana diketahui, latar belakang Akidi Tio jelas sebagai pengusaha dan sudah tutup usia, sehingga cukup meyakinkan apabila disebut ingin memberikan dana hibah.
“Terlebih beliau disebut sebagai warga keturunan. Siapa sih yang nggak percaya kalau sudah demikian? Banyak orang kaya dunia yang jika sudah meninggal hartanya sebagian dihibahkan,” katanya.rn(Fajar)rn


