Nasional
Jual Beli Anak Via Instagram Dibongkar Polisi, 1 Bayi Dihargai Rp15 Juta
Kabarpolitik.com, SURABAYA – Anggota Unit Jatanras Polrestabes Surabaya sukses membongkar praktek jual beli anak. Empat tersangka diciduk. Mereka memanfaatkan akun Instagram.
Tersangka yang diamankan adalah La alias Ic (22), warga Surabaya, dan Al (29), warga Sidoarjo. Ic merupakan seorang ibu yang menjual bayinya. Sedangkan Al adalah admin akun Instagram.
Sedangkan 2 tersangka lain masing-masing NK (66), warga Bali, dan NN (36), juga warga Bali. NK bertindak sebagai bidan sekaligus perantara. Lalu, NN berperan sebagai orang yang mengadopsi bayi.
Al, NK, dan NN terbukti menjalankan transaksi jual beli bayi melalui direct message di Instagram. Kemudian komunikasi berlanjut via WhatsApp. Mereka diduga sudah dua kali menjual bayi seharga Rp 15 juta.
Selama menjalankan akunnya, Al menjaring sebanyak 661 pengikut (followers). Tersangka mencari dan mengambil semua foto yang diposting hasil browsing dari internet.
“Selama berpraktek, sudah dua kali mereka menjual bayi. Nah yang terakhir, ada satu bayi berusia 11 bulan yang sudah kami amankan. Selanjutkan akan kami dalami terus kasus ini,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (9/10).
Dalam berpraktek, Al bermodus membantu para ibu yang mempunyai bayi hasil hubungan gelap. Selain itu, akun itu juga memfasilitasi para ibu yang ingin menjual anaknya karena tidak sanggup membiayai.
Pada prakteknya, Al menghubungkan si ibu yang bermasalah dengan calon adopter (pembeli bayi). Salah satunya Ic yang menjual bayinya berusia 11 bulan seharga Rp 15 juta.
Nominal tersebut dianggap sebagai pergantian biaya perawatan dan asuhan untuk si ibu kandung. Namun bukan untuk biaya persalinan saat sang ibu melahirkan. Karena biayanya sudah ditanggung si ibu.
Sudamiran menegaskan, akun tersebut menyalahi aturan karena tidak berbadan hukum. Padahal proses adopsi harus menempuh jalur hukum. “Maksudnya baik. Tapi memang ada Undang-undang yang mengatur tentang adopsi anak,” jelas Sudamiran. (HDR/JPC)
rn
source


