Connect with us

Nasional

Kasus Ratna Sarumpaet Naikkan Tren Positif Jokowi-Ma’ruf Amin

Published

on

Kabarpolitik.com, JAKARTA – Kasus informasi bohong alias hoax penganiayaan yang disebarluaskan oleh Ratna Sarumpaet (RS) membawa tren positif atas elektabilitas pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Tingkat elektabilitas Jokowi-Ma’ruf bertambah dari kalangan terpelajar dan kalangan pemilih dari ekonomi kelas mapan.

Peneliti senior dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Ikrama menjelaskan, hal itu sebagaimana hasil survei lembaganya baru-baru ini. RS ketika itu menjadi Juru Kampanye Nasional (Jurkamnas) Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

Ikrama menjelaskan, pada September 2018 lalu, sebelum kasus hoax, dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf di segmen ini hanya sebesar 40,5 persen. Kalah dari Prabowo-Sandi yang berhasil memperoleh dukungan 46,8 persen.

“Namun setelah kasus hoax, yakni pada Oktober tahun ini, dukungan terhadap Prabowo-Sandi mengalami penurunan yaitu hanya sebesar 37,4 persen,” tandasnya dalam konferensi pers rilis survei bertajuk “Hoax dan Efek Elektoral Kasus Ratna Sarumpaet” kantornya, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (23/10).

Advertisement

Sementara, lanjutnya, masih di segmen kaum terpelajar, tingkat elektabilitas milik pasangan Jokowi-Ma’ruf malah mengalami kenaikan menjadi 44 persen.

“Sementara masih ada 18,6 persen kaum terpelajar yang masih belum menentukan pilihan,” imbuhnya.

Perubahan dukungan, kata dia, juga terjadi pada pemilih dengan segmen ekonomi mapan. Yang mana pada September lalu, tingat elektabilitas pasangan Jokowi-Amin sebesar 46,2 persen. Sementara pasca kasus hoax RS, yakni pada Oktober tahun ini, angka itu meningkat menjadi 54,8 persen.

“Sementara tingkat elektabilitas Prabowo-Sandi di tingkat ekonomi mapan mengalami penurunan. Sebelumnya pada September 2018 sebesar 43,8 persen. Saat ini dukungan terhadap Prabowo-Sandi di kelas ekonomi mapan hanya sebesar 34,5 persen,” urainya.

Dijelaskannya, penambahan tingkat elektabilitas Jokowi-Ma’ruf ini pertama karena kaum terpelajar banyak mengakses berbagai informasi, termasuk informasi tentang dunia politik.

Advertisement

Kedua, menurut dia, pemilih kalangan terpelajar dan segmen ekonomi menengah ke atas lebih sensitif dalam menilai karakter kepemimpinan.

“Salah satunya adalah mereka secara umum tidak menyukai karakter pemimpin yang mudah terkecoh dan reaksioner terhadap suatu peristiwa,” pungkasnya.

Survei ini dilakukan pada tanggal 10 sampai 19 Oktober lalu dengan melibatkan 1.200 responden. Mereka dipilih dari seluruh wilayah Indonesia dengan metode multistage random sampling.

Adapun margin of error dari survei adalah sebesar 2,8 persen, dengan tingkat kepercayaan 97,2 persen. Pengambilan sampel dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan menggunakan kuisioner. [lov/rmol]

rn
source

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...