Connect with us

Nasional

Kiai Asrorun Niam: Muntada Sanawi II DPS LAZ Ingin Pastikan Pengelolaan Zakat Terstandard dan Syar’i

Published

on

JAKARTA— Ketua MUI Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh, menyampaikan bahwa kegiatan Muntada Sanawi Dewan Pengawas Syariah Lembaga Amil Zakat (DPS LAZ) ke 2 yang diselenggarakan Komisi Fatwa MUI ingin memastikan pengelolaan zakat yang terstandard dan syar’i.

“Dalam pengelolaan zakat, bisa jadi penerjemahan hukum syar’i ada perbedaan, tetapi dalam pengawasan untuk kepastian hukum itu perlu rujukan bersama, sehingga praktek pengelolaan zakat bisa mengikuti standard yang sama, jika ada pengawasan eksternal maka dengan mudah ditentukan sudah atau tidak pengelolaannya, ” ungkap Pengasuh Pesantren An-Nahdlah Depok itu, Rabu (16/11) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

Selain usaha untuk menyatukan langkah, dia menyebutkan, pemerintah saat ini ingin mengambil peran dalam peraturan pengelolaan zakat. Selama ini, pengelolaan zakat terkesan dilaksanakan oleh masyarakat secara langsung. Kehadiran negara ini, kata dia, memungkinkan adanya banyak LAZ yang semakin diakui.

“Tidak jarang, pengakuan itu penting untuk kontestasi di lapangan, ” ujarnya.

Dia menyampaikan, kesadaran masing-masing LAZ untuk berjalan serempak ini sangat penting. Karena itu, MUI melalui Komisi Fatwa sejak tahun kemarin telah menginisiasi kegiatan muntada sanawi untuk DPS LAZ ini bekerjasama dengan BAZNAS. Dia berharap, muntada sanawi DPS LAZ ke-2 ini bisa bisa semakin memantabkan langkah gerak Bersama.

Advertisement

“Dewan Pengawas Syariah bagian tidak terpisahkan dari ‘Aamil di LAZNAS khususnya dalam menentukan kesesuaian prinsip syariah, harapannya forum ini komitmen untuk sinergi dan akselerasi kemaslahatan umat, ” ujarnya.

Inisiasi Komisi Fatwa melaksanakan muntaha sanawi ini karena zakat adalah ibadah mahdlah dan bukan muamalah. Urusan muamalah di MUI menjadi tugas Dewan Syariah Nasional (DSN MUI). Sementara zakat, sejak tahun lalu, dikelola oleh Komisi Fatwa MUI karena status zakat sebagai ibadah mahdlah tersebut.

Muntada Sanawi kali ini adalah pertemuan Komisi Fatwa dengan 59 DPS LAZ serta pemangku kepentingan zakat seperti BAZNAS dan Kementerian Agama. Hadir dalam pertemuan ini Ketua BAZNAS Prof Noor Achmad, Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Prof Kamaruddin Amin, Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud, Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan, Ketua Komisi Fatwa MUI KH Junaedi, Sekretaris Komisi Fatwa KH Miftahul Huda. (Azhar)

[MUI]rn

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...