Nasional
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Monoton, Ini Jawaban Dahnil Anzar
Kabarpolitik.com, JAKARTA – Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dianggap selalu monoton dalam kampanyenya. Kampanye yang dilakukan di 2019 ini masih sama seperti di 2014 silam, alias tidak ada yang baru. Misalnya soal kebocoran sumber daya alam dan fiskal, serta gagasan revolusi putih.
Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan apa yang dikatakan oleh Prabowo mengenai kebocoran yang dahulu selalu diejek, nyatanya memang benar adanya.
“Jadi saat beliau diejek dengan penyataan tersebut memang faktanya ada kebocoran ekonomi mulai dari SDA (sumber daya alam) sampai pengelolaan fiskal kita,” ujar Dahnil saat dihubungi, Senin (22/10).
Menurut Dahnil, Prabowo juga selalu menyampaikan gagasannya. Misalnya terkait dengan ‘Revolusi Putih’ yakni gerakan penyediaan protein untuk anak-anak Indonesia dan kaum ibu.
“Itu juga untuk mengatasi stunting atau pertumbuhan anak kerdil dan kurang gizi,” katanya.
Oleh sebab itu gagasan yang disampaikan Prabowo Subianto menurutnya sangat bagus. Prabowo ingin menciptakan generasi emas Indonesia, dengan cara memenuhu gizi anak-anak.
“Hal ini beliau lakukan untuk memastikan agar bonus demografi yang kita alami tidak berubah menjadi bencana demokrasi di masa akan datang,” ungkapnya.
Sebelumnya, pendiri lembaga survei KedaiKOPI Hendri Satrio memberikan saran kepada tim Prabowo-Sandi untuk menyajikan gagasan baru. Terutama untuk menarik simpati para pemilih milenial yang jumlahnya sangat besar.
Selain itu materi pidato Prabowo pun harus diubah. Pernyataan yang kerap menyoroti kekayaan negeri dianggap tidak memberikan efek positif. Pasalnya isu itu sudah digunakan Ketua Umum Partai Gerindra itu sejak Pilpres 2014.
“Jadi pesan komunikasi Prabowo ini harus diubah. Kalau hanya gitu-gitu aja ‘kekayaan negeri harus dinikmati harus bisa dinikmati anak negeri’ gitu-gitu terus, orang tuh juga akan bingung dan malas. Karena kok tidak ada solusi yang lebih presisi untuk melakukan itu,” katanya. (gwn/JPC)
rn
source


