Politik
La Tinro Usul Wilayah Adat yang Telah Ditetapkan Ditutup untuk Penerbitan HGU Baru
Published
3 bulan agoon
Penetapan batas wilayah masyarakat adat dinilai menjadi kunci untuk menyelesaikan konflik agraria yang selama ini terus berulang. Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, La Tinro La Tunrung, mengusulkan agar wilayah adat yang telah ditetapkan secara resmi tidak lagi dapat diberikan Hak Guna Usaha (HGU) maupun izin baru lainnya.
Usulan tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja Baleg DPR RI terkait penyusunan RUU Masyarakat Adat di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (10/6/2026).
Menurut La Tinro, banyak konflik yang terjadi saat ini berawal dari tumpang tindih antara hak masyarakat adat yang telah menguasai wilayah secara turun-temurun dengan izin usaha yang diterbitkan negara pada kawasan yang sama.
“Di satu sisi masyarakat adat sudah memiliki wilayah dan haknya, di sisi lain keluar HGU bagi perusahaan. Akhirnya timbul perselisihan yang harus dicarikan solusi agar hak masyarakat adat maupun pelaku usaha sama-sama terlindungi,” ujarnya.
Karena itu, ia menilai kepastian batas wilayah adat harus menjadi fondasi utama dalam penyelesaian persoalan tersebut. Menurutnya, pemetaan dan penetapan wilayah adat secara definitif perlu dilakukan sebelum pemerintah menerbitkan izin apa pun di suatu kawasan.
“Sebaiknya wilayah masyarakat adat sudah ditentukan dan dipetakan dengan batas-batas yang jelas. Jika sudah ditetapkan, pemerintah daerah maupun pemerintah pusat tidak boleh lagi memberikan HGU kepada siapa pun di wilayah tersebut agar masyarakat adat terlindungi,” tegas Politisi Fraksi Partai Gerindra itu.
Meski demikian, La Tinro mengingatkan pentingnya mekanisme verifikasi yang ketat dalam penetapan masyarakat adat. Hal itu diperlukan untuk menghindari munculnya klaim-klaim baru yang tidak memiliki dasar yang kuat setelah RUU Masyarakat Adat disahkan.
Dalam forum yang sama, praktisi pendaftaran tanah ulayat Aryo Subroto mengungkapkan bahwa persoalan tumpang tindih lahan masih menjadi tantangan nyata di Kalimantan Timur. Ia mencontohkan Hutan Adat Hemaq Beniung di Kampung Juaq Asa, Kabupaten Kutai Barat, yang telah ditetapkan melalui keputusan menteri sejak 2017 namun masih berada dalam areal izin usaha pertambangan.
Aryo juga menyebut konflik tanah ulayat di Kalimantan Timur melibatkan berbagai pihak, mulai dari komunitas adat, perusahaan, hingga pemerintah. Sementara itu, dari ratusan komunitas adat yang ada, baru sebagian kecil yang telah memperoleh pengakuan resmi dari negara.
Karena itu, pembahasan RUU Masyarakat Adat diharapkan dapat menghadirkan kepastian hukum yang lebih kuat bagi masyarakat adat sekaligus menjadi solusi atas berbagai konflik agraria yang selama ini terjadi.
Dalam Perjalanan Menuju Sabo Dam, Wapres Temui Warga Terdampak Yang Menyampaikan Aspirasi di Pinggir Jalan
Wapres Dorong Penguatan Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam Percepatan Pemulihan Pascabencana Sumut
Pastikan Layanan Pendidikan Pascabencana Berjalan Optimal dan Fasilitas Belajar Mengajar Terpenuhi, Wapres Kunjungi SMAN 1 Barus
Eva Monalisa Dorong Dana Khusus untuk Pemulihan Destinasi Wisata Terdampak Bencana
Terima PP IPNU, Wapres Dorong Peran Pemuda Dalam Menjaga Persatuan dan Menghadapi Perkembangan Teknologi
Muhammad Kadafi: Anggaran Pendidikan 2027 Harus Menjawab Persoalan Masyarakat
BPKH yang Kokoh, LTH yang Tersandung
Sudjatmiko Dorong Rusun Keagamaan Kembali Masuk Program Kementerian PKP
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Sugiat Santoso Dorong Anggaran Kementerian Hukum Lebih Berpihak kepada Rakyat
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
La Tinro Usul Wilayah Adat yang Telah Ditetapkan Ditutup untuk Penerbitan HGU Baru

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

