Connect with us

Nasional

Lolos dari Hukuman Mati, Wanita Ini Malah Menangis Divonis 15 Tahun

Published

on

Kabarpolitik.com, SURABAYA – Meski lolos dari hukuman mati, tangis terdakwa Surimah (32), tetap pecah. Vonis 15 tahun penjara yang diterimanya masih dianggap cukup berat.

Hukuman TKI asal Sampang Madura ini juga jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya. Vonis ini diterima setelah Sumirah terbukti bersalah memiliki sabu-sabu (SS) seberat 900 gram yang disembunyikan di dalam rice cooker. Narkoba tersebut dibawa dari Malaysia

Sidang vonis Surimah digelar di Ruang Sari 1, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (22/10). Dalam sidang yang dipimpin hakim Sifaurrosidin, melalui amar putusannya, hakim menyatakan Surimah terbukti bersalah atas kepemilikan SS seberat 900 gram. Dia dianggap melanggar pasal 113 ayat 2 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Atas keterangan saksi dan fakta persidangan. Terdakwa dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara selama 15 tahun,” ujar Sifaurrasidin.

Selain hukuman penjara, Surimah juga diekenakan denda sebesar Rp 1 miliar. Jika denda tak dibayar maka akan diganti dengan satu tahun kurungan (subsider). Jumlah SS yang cukup banyak dan dipasok dari luar negeri menjadi salah satu pertimbangan hakim untuk memberatkan hukumannya.

Advertisement

“Sedangkan hal yang meringkan terdakwa menyesali perbuatannya,” ujarnya sambil menutup persidangan.

Hukuman yang diterima Surimah tiga tahun lebih ringan dari tuntutan JPU Ahmad Junaidi. Sebelumnya dia dituntut 18 tahun penjara dengan denda Rp 1 miliar subsider satu tahun penjara.

Sementara itu, kuasa hukum Surimah, M. Syamsul Arifin mengaku bersyukur dengan putusan majelis hakim terhadap kliennya. Dia menganggap vonis itu lebih ringan karena dengan pasal tersebut, kliennya bisa terancam dari hukum seumur hidup.

“Terdakwa syok wajar dan banyak dialami terdakwa yang divonis lebih dari 10 tahun. Sudah saya sampaikan vonis itu sebenarnya sudah ringan. Tapi kami akan saling komunikasi untuk banding atau tidak,” terangnya

Sikap berbeda ditunjukkan JPU Junaidi yang memilih pikir-pikir atas putusan hakim.

Advertisement

Untuk diketahui, Surimah diamankan pada pertengahan Maret lalu di Bandara Internasional Juanda. Saat itu, ia usai turun dari pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan XT327 dari Kuala Lumpur. Lalu saat melintasi pemeriksaan X Ray. Petugas mendapati Sumirah membawa bungkusan plastik yang mencurigakan.

Setelah dicek, bungkusan yang ternyata berisi sekitar 920,6 gram SS tersebut disimpan di dalam rice cooker yang dimasukkan di dalam kardus. Selanjutnya Surimah dibawa ke Bea dan Cukai Juanda sambil menghubungi petugas dari BNNP Jatim. Dari keterangan terdakwa, barang itu adalah titipan dari temannya, Titi Sumiati yang tinggal di Kuala Lumpur Malaysia. (*/rtn)

(sb/yua/jek/JPR)

rn
source

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...