Connect with us

Politik

Martin Tumbelaka Tekankan Dialog Lintas Iman Hadapi Krisis Keluarga Indonesia

Published

on

Anggota Komisi III DPR RI, Martin Daniel Tumbelaka, menegaskan pentingnya dialog lintas iman sebagai ruang strategis untuk memperkuat ketahanan keluarga di tengah berbagai tantangan multidimensi yang dihadapi bangsa Indonesia.

Menurut Martin, perjumpaan lintas iman tidak hanya penting, tetapi semakin relevan bagi kehidupan kebangsaan. Keberagaman keyakinan merupakan kekayaan nilai, sementara perbedaan pandangan membuka ruang saling belajar dan memperkuat solidaritas nasional.

Hal itu disampaikan Martin saat membuka Webinar Interfaith Dialogue bertema “ALLAH Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga”, yang menjadi bagian dari rangkaian Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 MPR-DPR-DPD RI di Ruang Pustakaloka, Gedung Nusantara IV DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (14/1/2026).

“Perjumpaan lintas iman ini semakin relevan bagi kehidupan bersama kita sebagai bangsa. Dalam keragaman keyakinan, kita menemukan kekayaan nilai, dan dalam perbedaan pandangan, kita belajar saling menguatkan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dihadiri anggota DPR RI dan DPD RI, pejabat Kementerian Agama yang diwakili Dirjen Bimas Kristen, serta perwakilan berbagai organisasi dan majelis keagamaan seperti PGI, KWI, MUI, PHDI, MATAKIN, perwakilan umat Buddha, PIKI, ISKA, akademisi, serta tokoh lintas iman dan kepercayaan.

Advertisement

Legislator Fraksi Partai Gerindra itu menambahkan, meski tema dialog lahir dari tradisi iman Kristen, pesan yang diusung bersifat universal dan dapat dimaknai bersama oleh seluruh umat beragama. Nilai kasih, kepedulian, dan penyelamatan, menurutnya, berakar dari ruang paling dekat dengan manusia, yakni keluarga dan komunitas.

Martin juga memaparkan data yang menunjukkan kerapuhan keluarga Indonesia. Berdasarkan data Kementerian PPPA tahun 2025, tercatat lebih dari 27 ribu kasus kekerasan, dengan lebih dari 23 ribu korban merupakan perempuan. Sementara data BPS dan Bank Dunia menunjukkan masih banyak warga Indonesia berada dalam kelompok rentan miskin.

“Belum lagi tingginya angka perceraian, kasus KDRT, stunting, maraknya judi dan pinjaman online, serta ketergantungan anak pada internet. Semua ini menjadi ancaman serius bagi keutuhan keluarga Indonesia,” tegasnya.

Kondisi tersebut, lanjut Martin, menegaskan perlunya dialog yang jujur, berbasis data, dan inklusif agar nilai-nilai keagamaan dapat ditransformasikan menjadi rekomendasi kebijakan publik yang konkret dan berkelanjutan guna memperkuat ketahanan keluarga nasional.

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik5 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik5 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik5 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...