Connect with us

Nasional

Mengeksplor Sejarah Kerajaan Lingga di Pulau Penyengat dalam Festival Bahari Kepri 2018

Published

on

Tanjung Pinang – Tanjung Pinang, Kepulauan Riau (Kepri) memiliki destinasi wisata yang super lengkap. Mulai wisata sejarah, alam, hingga budaya ada di sini. Salah satunya adalah destinasi sejarah di Pulau Penyengat. Beragam peninggalan Kerajaan Lingga terpapar jelas di pulau ini.

“Soal destinasi, Tanjung Pinang memang luar biasa. Sangat lengkap. Banyak yang bisa dieksplor di Tanjung Pinang. Momen Festival Bahari Kepri 2018 merupakan salah satu pembuka gerbang destinasi-destinasi yang ada di Tanjung Pinang,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya, Minggu (23/9).

Pulau Penyengat berada tak jauh dari pusat kota Tanjung Pinang. Untuk mencapainya, kita harus menyeberang menggunakan kapal pompong. Perjalanan pun tidak akan memakan waktu lama. Hanya sekitar 10 menit. Biayanya pun murah meriah. Hanya Rp10 ribu perorang.

Menjelajahi Pulau Penyengat lebih menyenangkan jika dilakukan dengan berjalan kaki. Atau, kalian bisa menggunakan bentor alias becak motor. Kendaraan ini bisa kamu sewa untuk mengelilingi pulau. Biayanya pun murah meriah. Hanya Rp 30 ribu per jam untuk dua orang penumpang. Bentor ini akan mengantarkan kamu mengelilingi destinasi-destinasi Pulau Penyengat sekaligus menjadi tour guide kamu.

Pulau Penyengat adalah pulau istimewa, tempat makam raja-raja Melayu. Makam Raja Hamidah sebagai istri dari Raja Mahmud Marhum paling ramai dikunjungi. Nah, Pulau Penyengat adalah merupakan mahar pernikahannya.

Advertisement

Di pulau ini asal usul Bahasa Melayu berada. Ada makam Raja Ali Haji, pencipta gurindam 12. sastrawan lama dari Melayu yang juga dimakamkan di sini.

“Bagi yang beragama Islam, sepertinya belum sah jika tidak melaksanakan Sholat di masjid ini. Arsitekturnya megah. Warna kuning dan hijau mencolok menjadikan masjid ini mudah dilihat dari kejauhan. Bahkan dari pusat kota Tanjung Pinang,” kata Menpar Arief yang membawa Kemenpar No 1 dan terpilih sebagai #TheBestMinitryOfTourism2018 se Asia Pacific di Bangkok.

Berdasarkan sejarah, pulau ini juga merupakan tempat pertahanan Raja Kecil melawan serangan Tengku Sulaiman dari Hulu Riau pada tahun 1719. Kemudian, sejumlah benteng pertahanan dibangun pada 1782-1784 untuk menghadapi perang melawan Belanda.

Bukti itu dikuatkan dengan adanya Gedung Mesiu di pulau ini. Selain itu, gedung ini pernah menjadi penjara di masa kerajaan. Konon, ada empat gedung serupa di Pulau Penyengat. Ada juga meriam-meriam kuno yang digunakan pada dulu kala. Meriam-meriam ini diletakkan di atas Bukit Kursi. Kini meriam-meriam tersebut tinggal tersisa empat buah saja.

Kadispar Provinsi Kepri, Buralimar mengatakan, sejatinya masih banyak potensi pariwisata lainnya di Tanjung Pinang. Ada Kampung Warni, pantai Trikora, Pulau Dompak, hingga Gurun Pasir Tanjung Pinang. Ada juga Vihara 1000 Patung yang sedang hitbsaat ini. Dan dengan FBK 2018 potensi-potensi itu dapat terangkat.

Advertisement

“Inilah yang ingin kita tonjolkan di FBK. Sebagai sebuah atraksi wisata kami harapkan FBK akan ikut mengangkat potensi-potensi itu. Seperti halnya Batam. Dimana atraksi-atraksinya mampu membuat pariwisata Batam berdetak. Ke depan, kami akan terus menggelar beragam atraksi-atraksi pariwisata lain di Tanjung Pinang. Sehingga pariwisata Tanjung Pinang juga ikut terangkat lagi,” ungkap Buralimar.(*)

rn
source

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik5 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik5 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik5 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...