Connect with us

Politik

Obon Tabroni Apresiasi Inisiatif Buruh Serahkan Draf RUU Ketenagakerjaan ke DPR

Published

on

Kapoksi Fraksi Partai Gerindra Komisi IX DPR RI, Obon Tabroni, mengapresiasi langkah Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia yang menyerahkan draf usulan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan kepada sejumlah fraksi di DPR RI. Menurutnya, inisiatif tersebut mencerminkan komitmen organisasi buruh untuk terlibat langsung dalam penyusunan regulasi yang akan menentukan masa depan pekerja dan hubungan industrial di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Obon usai menerima audiensi Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia di Fraksi Partai Gerindra, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

“Hari ini kami menerima Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia yang merupakan gabungan dari berbagai serikat pekerja. Bagi kami, apa yang disampaikan teman-teman buruh sangat luar biasa. Konsep yang mereka bawa konkret, persoalan yang diangkat jelas, dan yang terpenting disertai solusi. Ini menjadi energi baru bagi kami dalam mengawal pembahasan RUU Ketenagakerjaan,” ujar Obon.

Menurut Obon, keterlibatan aktif organisasi buruh sangat penting karena pekerja merupakan pihak yang akan merasakan langsung dampak setiap kebijakan ketenagakerjaan. Karena itu, ia menegaskan aspirasi yang telah disampaikan tidak boleh berhenti sebagai dokumen usulan, melainkan harus menjadi bagian dari substansi pembahasan RUU Ketenagakerjaan.

“Saya berharap seluruh harapan teman-teman buruh ini bisa kita perjuangkan bersama. Bahkan saya berharap koalisi ini tidak hanya hadir dalam momentum pembahasan RUU, tetapi terus terbangun secara permanen sebagai mitra strategis dalam memberikan masukan terhadap berbagai kebijakan ketenagakerjaan,” katanya.

Advertisement

Ia juga berharap hubungan antara DPR RI dan organisasi buruh dapat terus diperkuat. Menurutnya, serikat pekerja perlu menjadi mitra strategis dalam memberikan masukan terhadap berbagai kebijakan yang berkaitan dengan dunia kerja.

Obon menjelaskan, setelah menerima draf usulan tersebut, masih terdapat sejumlah tahapan yang harus dilalui sebelum RUU Ketenagakerjaan dapat disahkan menjadi undang-undang. Proses itu meliputi pembahasan setiap pasal, koordinasi dengan Badan Legislasi DPR RI, pembahasan bersama Menteri Ketenagakerjaan, hingga pengambilan keputusan dalam rapat paripurna.

“Masih ada beberapa tahapan yang harus kita lalui. Kita akan menyisir pasal demi pasal, melakukan koordinasi dengan Baleg, kemudian mendiskusikannya bersama Menteri Ketenagakerjaan. Oleh karena itu, saya berharap masukan dari kawan-kawan Koalisi Buruh terus mengalir selama proses pembahasan berlangsung,” jelasnya.

Obon menegaskan, pembentukan regulasi yang berkualitas harus membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi seluruh pemangku kepentingan. Pelibatan serikat pekerja dinilai penting karena mereka memahami persoalan ketenagakerjaan yang terjadi di lapangan, sehingga masukan yang diberikan dapat memperkuat perlindungan pekerja sekaligus menciptakan kepastian hukum dalam hubungan industrial.

Ia optimistis pembahasan RUU Ketenagakerjaan akan menghasilkan regulasi yang lebih adaptif terhadap perkembangan dunia kerja, mampu meningkatkan kesejahteraan pekerja, memperkuat perlindungan hukum, serta mewujudkan hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan.

Advertisement

Sebelumnya, Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia telah menyerahkan draf usulan RUU Ketenagakerjaan kepada Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Fraksi Partai NasDem, dan Fraksi Partai Gerindra. Draf tersebut memuat 16 poin usulan utama, antara lain mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK), pesangon, perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT), alih daya (outsourcing), sistem pengupahan, upah sektoral, tenaga kerja asing, pengawasan ketenagakerjaan, hingga penguatan sanksi terhadap pelanggaran norma ketenagakerjaan.

Koalisi juga dijadwalkan menyerahkan draf serupa kepada fraksi-fraksi lainnya di DPR RI sebagai bagian dari upaya membangun dukungan politik agar RUU Ketenagakerjaan yang baru benar-benar mengakomodasi aspirasi pekerja, memperkuat perlindungan tenaga kerja, serta menghadirkan kepastian hukum yang adil bagi pekerja maupun pelaku usaha.

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik5 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik5 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik5 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...