Connect with us

Nasional

Peluru Nyasar ke Gedung DPR, Polisi Tetapkan Dua Orang Tersangka

Published

on

Kabarpolitik.com, JAKARTA – Latihan menembak di lapangan Senayan, Jakarta Pusat oleh dua orang berinisial IAW, 32, dan RMY, 31, berujung kasus hukum. Keduanya resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya karena terbukti lalai saat menguasai senjata api.

Kalalaiannya nyaris merenggut nyawa korban yang tengah berada di ruangan 1601 dan 1313, Gedung Nusantara 1, Gedung DPR RI. Keduanya diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta mengatakan, kedua pelaku merupakan pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di salah satu kementerian. Keduanya diketahui belum resmi menjadi anggota Perbakin.

Berdasarkan fakta-fakta pemeriksaan, keduanya diduga melanggar tindak pidana menguasai, membawa dan memiliki senjata api tanpa hak UU Darurat pasal 1 ayat 1 No. 12/1951 tentang senjata api dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun.

“Kejadiannya pada Senin (15/10) sekitar pukul 14.30 WIB di lapangan tembak Senayan, Jakarta Pusat dilakukan oleh IAW, 32, dan RMY, 31. Mereka mulai menembak sekitar pukul 12.30 WIB,” ujarnya di Ditkrimum Polda Metro Jaya, Selasa (16/10).

Advertisement

Nico menjelaskan, kejadian polisi nyasar bermula suara tembakan senpi menembus dinding ruangan nomor 1313 kemudian mengenai jilbab belakang kepala seorang saksi bernama Dewi Farista. Proyektil bersarang ke dalam dinding gypsun.

Tak sampai di situ, penembakan menyasar juga di ruangan 1601. Ketika salah seorang anggota DPR RI Fraksi Gerindra Irjen Pol Purn Wenny Warouw, yang diketahui sedang mengobrol dengan seorang bernama Hesti Roring. Seketika peluru masuk dari kaca jendela lalu tembus ke eternit dan bersarang di dalamnya.

“Usai kejadian kepolisian langsung melakukan pengecekan di lapangan tembak Senayan dan mendapati para terduga pelaku sedang menguasai senjata api tanpa izin,” kata dia.

Bahwa satu pucuk senjata api jenis Glock 17 buatan Austria dan 1 pucuk senjata api merek AKAI custom kaliber 40 dikuasai dan digunakan oleh terduga pelaku IAW dan RMY diamankan Subdit 6 Ditreskrimum PMJ untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

“Selanjutnya, dua orang terduga pelaku ini dan barang bukti langsung diamankan oleh petugas Subdit 6 Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk diperiksa lebih lanjut,” tutup Nico.

Advertisement

(wiw/JPC)

rn
source

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik5 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik5 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik5 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...