Nasional
Pemerintah Bubarkan FPI, Guru Besar Unpad: Karena Banyak Penumpang Gelap
Kabarpolitik.com, BANDUNG — Pemerintah Jokowi resmi membubarkan Front Pembela Islam (FPI). Guru Besar Unpad Prof Muradi menyebut banyak penumpang gelap di FPI.
Guru Besar Unpad Bidang Keamanan Dalam Negeri, Prof Muradi mengatakan bahwa sebenarnya pembubaran ini dari tahun 2019 sudah definitif, sudah mau dibubarkan resmi. Cuman belum ada penegasan saja.
“Yang hari ini dilakukan, kemudian Pak Mahfud MD mengatakan. Itu cuman penegasan saja, tinggal masalahnya FPI kan hanya wadah, mau kemana orangnya, karena sama seperti HTI dibubarkan. Kan kemana-mana,” jelas Prof Muradi disela kegiatan diskusi “Refleksi 2020 dan Outlok 2021”, di Second House, Tubagus Ismail, Rabu (30/12).
Prof Muradi menambahkan, pascadibubarkan FPI, harus ada langkah yang lebih sistematis dari pemerintah, agar ruang gerak FPI, tidak terlalu luas.
“Setelah dibubarkan mau dikemanakan, bahkan bukan hanya wadah tapi harus ada langkah untuk menghilangkan karakteristik radikal atau abai menganggap pemerintah tidak ada,” jelasnya.
Dalam pembubaran FPI, harus ada dimunculkan surat dari Mendagri sebagai pembina ormas di daerah, lalu surat dari Mendagri dikirim kepada kepala daerah meminta Polri dan TNI memperkuat.
“Langkah ke daerah ini perlu, karena legalnya kan sudah ada tinggal bagaimana menjalankan fungsi instrumen pemerintah di daerah,” paparnya.
Ditegaskan Prof Muradi, bahwa FPI masih ada langkah legal yang lain seperti banding, tapi dia kira dengan beebagai data yang dimiliki pemerintah, memang butuh usaha yang luar biasa.rn(Fajar)rn



