Politik
Penanganan Bencana Belum Optimal, Abdul Wachid Dorong Penguatan BNPB
Published
9 bulan agoon
Merespons situasi pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra, Komisi VIII DPR RI berkomitmen mendorong revisi Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Upaya tersebut dinilai mendesak karena besarnya tanggung jawab Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga kini belum diimbangi dengan kewenangan yang proporsional.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, menyatakan bahwa selama ini BNPB memikul beban tugas yang sangat besar dalam penanganan bencana, namun masih terbatas dari sisi fungsi dan otoritas. Karena itu, revisi UU Kebencanaan dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran dan kewenangan BNPB.
“Fungsi BNPB ini sangat kecil, padahal perannya cukup besar. Tugasnya berat, tetapi kewenangannya terbatas. Ini yang membuat penanganan bencana menjadi tidak optimal,” ujar Abdul Wachid di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2025).
Ia mengungkapkan bahwa Komisi VIII DPR RI telah melakukan diskusi dengan Wakil Ketua DPR RI Bidang Politik dan Keamanan, Sufmi Dasco Ahmad, terkait substansi revisi UU Kebencanaan. Salah satu poin utama yang didorong adalah penguatan kewenangan BNPB agar dapat bertindak lebih operasional dan responsif hingga ke tingkat daerah.
Menurut Abdul Wachid, melalui revisi undang-undang tersebut, BNPB diharapkan memiliki kewenangan langsung untuk berkoordinasi dan mengambil langkah cepat bersama pemerintah daerah serta aparat keamanan dalam kondisi darurat.
“Tujuan kami jelas, memperkuat BNPB agar bisa langsung berkoordinasi dengan kabupaten, bupati, Polres hingga Kapolsek. Saat ini kewenangan itu belum dimiliki,” jelasnya.
Selain itu, terkait rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, khususnya di wilayah Sumatra, Abdul Wachid menyebut DPR RI mendorong percepatan penanganan infrastruktur dan pemulihan wilayah terdampak. Hingga kini, pemerintah pusat bersama DPR RI telah membahas langkah percepatan tersebut, termasuk penambahan personel TNI dan Polri di lapangan.
“Polri akan menambah sekitar 5.000 personel, sementara TNI ditingkatkan menjadi 10.000 personel untuk mempercepat penyelesaian infrastruktur, terutama di wilayah yang masih berstatus waspada, seperti sejumlah kabupaten di Aceh,” ucapnya.
Tak hanya itu, Abdul Wachid juga menyoroti skema penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak bencana, salah satunya bantuan sosial dari Kementerian Sosial. Menurutnya, persoalan kerap muncul akibat ketidaklengkapan data di daerah serta lemahnya koordinasi antarinstansi.
Oleh karena itu, mewakili Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid menegaskan komitmen agar revisi UU Kebencanaan dapat masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas). Langkah ini dinilai krusial agar penguatan kewenangan BNPB dapat segera direalisasikan demi penanganan bencana yang lebih cepat, terpadu, dan efektif.
Ajeng Wira Wati Bantu Korban Kebakaran Mojo, Dorong Hunian Warga Segera Dipulihkan
DPC Gerindra Kulon Progo Kobarkan Semangat ASRI, Rawat Sungai dan Hijaukan Lingkungan
Pantai Lembupurwo Dibersihkan, DPC Gerindra Kebumen Ajak Warga Rawat Lingkungan
DPD Gerindra Jabar Turun Langsung Layani Warga Cirebon Lewat Program Dokling
Kunjungi Bandara Internasional Komodo, Novita Wijayanti Dorong Pelayanan Makin Aman dan Nyaman
Ribuan PMI Nonprosedural Dipulangkan, Ade Rezki Minta Pemerintah Perkuat Edukasi
Bahtra Dukung Ombudsman Perkuat Pengawasan Kasus Lapas Cibinong
PD PIRA Kalteng Salurkan Bantuan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Sastra bisa Jadi Ruang Merawat Akal Sehat dan Kewarasan
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

