Connect with us

Nasional

Polisi Temukan Rp 4 M dari Komplotan Gendam China, Ini Modusnya

Published

on

Kabarpolitik.com, JEMBRANA – Setelah secara marathon melakukan pengembangan penyidikan terhadap ketujuh orang pelaku gendam yang ditangkap di Kabupaten Karangasem, Senin (29/10) lalu, akhirnya Polres Jembrana pada Rabu pagi (31/10) merilis tersangka beserta barang bukti hasil kejahatan.

Para tersangka yakni HPS, 37, CCC, 38, dan CA, 31 yang merupakan warga negara China. Keempat pria ini bekerja sama dengan MS, 39, DIH, 37, Mu, 33 dan TFK, 27 yang keempatnya berjenis kelamin perempuan dan merupakan warga negara Indonesia.

Dari tangan para tersangka, polisi berhasil mengamankan dua unit mobil Toyota Rush warna putih yang digunakan para pelaku, perhiasan emas dan uang tunai sisa hasil kejahatan yang dilakukan Kamis pagi (25/10) lalu sebanyak Rp 630 juta milik korban Sulastri.

Selain itu, diamankan juga 2 buah emas murni batangan dengan berat masing-masing 1 Kg serta perhiasan emas beragam motif mencapai 2 kg lebih yang kesemuanya berasal dari beberapa TKP di luar Jembrana dengan perkiraan nilai total hasil kejahatan mencapai lebih dari Rp 4 miliar.

Wakapolres Jembrana, Kompol I Komang Budiarta saat press rilis kemarin mengatakan para pelaku berhasil ditangkap berkat rekaman cctv yang ada di Warung Sari Asih milik korban Sulastri dimana saat itu mereka (pelaku) mengantarkan korban untuk mengambil buku tabungan dan perhiasan emas milik yang tersimpan dirumahnya.

Advertisement

Setelah memeriksa rekaman, lanjut Budiarta pihaknya memutuskan untuk fokus mengejar kendaraan rush putih. “Kemudian kami bentuk dua tim untuk mengejar mereka. 1 tim yang dipimpin Kanit 1 langsung bergerak ke Jawa karena berdasarkan info kendaraan tersebut berada di Banyuwangi, sedangkan 1 tim lagi yang dipimpin Kasat Reskrim bersiaga di Jembrana,” ujarnya.

Masih dijelaskan Wakapolres, setelah melakukan pengejaran ke Jawa, pihaknya melalui Kanit 1 mendapat info kalau para pelaku sudah menyebrang lagi ke Bali untuk melakukan tindakan kejahatan yang sama dengan lokasi di Karangasem.

Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti tim dua yang dipimpin Kasat Reskrim dengan melakukan pengejaran hingga ke salah satu villa di Karangasem. “Benar saja mereka sudah balik ke Bali dan akhirnya ketujuh pelaku kami tangkap hari Senin (29/10) di Villa Taman Ujung, Sraya, Karangasem,” terangnya.

Dari hasil pengembangan terhadap pelaku, mereka mengakui telah melakukan kejahatan yang sama tidak hanya di Jembrana saja tetapi juga di beberapa lokasi di Denpasar. Bahkan mereka juga mengaku sebagai komplotan pelaku hipnotis di Jembrana yang terjadi tanggal 25 Oktober tahun 2017 lalu.

“Mereka spesialis komplotan kejahatan dengan modus hipnotis atau gendam dan menyasar wanita berumur yang dianggap memiliki kekayaan,” jelasnya.

Advertisement

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Yusak A Sooai menambahkan dalam menjalankan aksinya mereka memilih korban secara acak yang menurut mereka merupakan orang kaya.

Dijelaskan Yusak, para pelaku memiliki peran dan tugas masing-masing dan berkomunikasi menggunakan bahasa China untuk mengelabui korban. Tidak hanya itu, untuk memuluskan aksinya keluar masuk Bali tanpa terdeteksi, salah satu kendaraan yang mereka gunakan dilengkapi dengan alat yang dapat mengganti atau membalikkan plat nomor kendaraan secara otomatis meskipun dalam keadaan melaju di jalan.

“Mereka dengan mudah bisa keluar masuk pelabuhan karena setelah dicek, mobilnya berisi alat tambahan pada pegangan plato nomornya sehingga setiap saat bisa berganti nomor baik yang di depan maupun yang di belakang,” terangnya.

Disinggung terkait modus pelaku dalam mempengaruhi korban, Yusak menjelaskan setelah mereka mengetahui kalau korbannya memang memiliki uang maupun perhiasan yang banyak, salah seorang pelaku kemudian meyakinkan korban agar mau menyembahyangi uang maupun perhiasan miliknya karena kalau tidak mau maka anaknya akan meninggal mendadak.

“Karena dipengaruhi dan ditakut-takuti seperti itu, akhirnya korban menuruti permintaan pelaku,” terangnya.

Advertisement

Sebelum disembahyangi, lanjut Yusak, uang maupun perhiasan milik korban oleh pelaku bersama-sama dengan korban dibungkus menggunakan kertas koran untuk selanjutnya disembahyangi.

“Korban sadar saat membungkus uangnya dengan koran, namun terkejut ketika selesai disembahyangi dan bungkusan koran dibuka ternyata isinya bukan uang melainkan gula pasir “gulaku” dan beberapa bungkus mie instan,” katanya.

Untuk keperluan penyidikan lebih lanjut, para pelaku kini harus mendekam di Mapolres Jembrana. (bx/tor/yes/JPR/JPC)

rn
source

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...