Politik
Presiden Prabowo Serukan Persatuan Nasional untuk Perangi Kemiskinan dan Kesejahteraan Rakyat
Published
8 bulan agoon
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Meski memiliki kekayaan alam yang melimpah, Presiden mengingatkan bahwa masih banyak rakyat yang hidup dalam kesulitan, dan realitas tersebut harus dihadapi secara jujur serta diselesaikan bersama.
“Kita harus paham bahwa kita masih menghadapi kesulitan, tantangan, dan kekurangan. Kita tahu rakyat kita masih banyak yang mengalami kesulitan hidup,” ujar Presiden Prabowo dalam taklimat pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Presiden mengajak seluruh elemen bangsa tanpa memandang latar belakang politik, golongan, maupun kepentingan untuk bersatu dan berjuang bersama menghapus kemiskinan dari Indonesia. Menurutnya, tantangan tersebut tidak boleh dihadapi dengan keraguan atau sikap menyerah, melainkan dengan tekad kuat dan kerja nyata.
“Kita harus berjuang bersama-sama. Semua unsur, semua tingkatan, semua latar belakang, semua partai. Kita harus bersatu dan berjuang menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia. Kita tidak boleh menyerah, kita tidak boleh takut menghadapi kesulitan,” tegas Presiden.
Dalam arahannya, Presiden juga menekankan peran dan tanggung jawab moral para pemimpin di seluruh tingkatan. Ia menilai elit dan pemegang kebijakan di berbagai sektor memiliki kewajiban untuk menjaga serta mengelola kekayaan bangsa agar dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kepentingan rakyat.
“Saya menggugah kita semua sebagai pemimpin untuk membulatkan tekad, membenahi diri dan lingkungan kita, serta berkomitmen menyelamatkan, menjaga, dan mengelola kekayaan alam kita demi sebesar-besarnya kepentingan rakyat,” ujarnya.
Presiden Prabowo turut menegaskan pentingnya persatuan nasional dan menolak sikap saling bermusuhan akibat perbedaan politik. Menurutnya, dinamika kalah dan menang dalam demokrasi adalah hal wajar, namun setelah proses politik selesai, seluruh pihak harus kembali bersatu melayani rakyat.
“Kalah dan menang itu biasa, karena tujuan kita adalah mengabdi untuk bangsa dan rakyat Indonesia,” katanya.
Menutup arahannya, Presiden menegaskan komitmennya untuk memimpin secara inklusif dan adil, tanpa membedakan latar belakang politik maupun hasil kontestasi di daerah.
“Tugas saya, kewajiban saya adalah untuk seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Presiden.
DPC Gerindra Purbalingga Jalankan ASRI, Gotong Royong Bersihkan Sungai Cilapar
DPC Gerindra Kudus Hidupkan Semangat ASRI Lewat Kerja Bakti di Makam Pahlawan
DPC Gerindra Semarang Turun ke Jalan, Wujudkan Lingkungan Bersih dan Hijau
Wujudkan Ekonomi Hijau, DPD Gerindra DIY dan DPC Gerindra Bantul Bersih-Bersih Pantai Baru
Gerindra Ngaliyan Ajak Warga Sambut Musim Hujan dengan Penghijauan dan Bersih Lingkungan
Kunker di Tasikmalaya, Menhan Sjafrie Tinjau Yonif TP 335/Macan Sukapura: Tegaskan Sinergitas TNI-Pemda dan Tugas Pengabdian kepada Rakyat
Soroti Krisis Hunian, Syaiful Huda Minta Program 3 Juta Rumah Benahi Masalah Lahan
Maman Imanul Haq: Pemberhentian Rektor UINSA Sudah Tepat, Jadi Pelajaran bagi Kemenag
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Sastra bisa Jadi Ruang Merawat Akal Sehat dan Kewarasan
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

