Connect with us

Nasional

Puja Astawa Ngaku Bisnis Jual Diri, Begini Reaksi Majelis Hakim

Published

on

Kabarpolitik.com, BALI — Sebagai seorang artis yang cukup terkenal, tentu akan menjadi perhatian semua orang. Apalagi sedang mengalami nasib apes. Itulah yang dialami comedian asal Bali, Kadek Puja Astawa yang akrab disapa Hai Puja.

Suasana Pengadilan Negeri Denpasar, Senin (26/8) siang tampak lenggang. Ini memang karena jadwal sidang tak terlalu padat sebagaimana biasanya.

Namun menjelang sore, suasana menjadi heboh. Ini karena Youtuber sekaligus selebgram asal Buleleng, Kadek Puja Astawa atau dikenal dengan Hai Puja hadir dalam sebuah persidangan.

Puja panggilan akrabnya, datang ke PN Denpasar dalam kapasitas sebagai saksi korban. Ia belum lama ini menjadi korban pencurian di counter handphone miliknya yang berada di kawasan Nusa Dua, Badung.

Menggunakan kemeja lengan panjang warna putih dan celana jeans panjang, Puja Astawa duduk di kursi tunggu ruang sidang.

Advertisement

Sambil menunggu dipanggil hakim untuk sidang, dia terus melempar senyum kepada siapa saja yang hadir di ruang sidang.

Yang dinantikan akhirnya tiba. Majelis Hakim Kony Hartanto pun memanggil terdakwa atas nama Kadek Susila Adnyana. Terdakwa pencurian di counter handphone Puja.

Setelah itu, Puja selaku saksi korban dipanggil hakim untuk memberikan keterangan. Sebelum memberi keterangan, Puja Astawa disumpah dulu secara Agama Hindu.

Usai disumpah, Hakim Kony meminta keterangan terkait kasusnya. Tak lama kemudian hakim sadar kalau yang jadi saksi ini merupakan orang yang terkenal di Bali.

“Anda ini artis ya kan? Pantes wartawan langsung pada mendekat,” ujar Hakim Kony kepada Puja. Puja pun hanya senyum-senyum.

Advertisement

Sebelum Puja Astawa menjawab, hakim anggota Heriyanti juga tak tahu kalau Puja Astawa merupakan seorang artis ternama di Bali. “Anda ini artis apa? Saya kok nggak tahu,” kata Heriyanti.

Percakapan tersebut membuat suasana menjadi agak cair. Sebelum Puja menjawab, Hakim Heriyanti kembali memberikan pertanyaan lanjutan terkait pekerjaan Puja selain membuka counter handphone.

“Saya juga jual diri Yang Mulia,” kata Puja disambut tawa para pengunjung sidang. Hal tersebut awalnya membuat hakim terkejut. Namun, Puja Astawa buru-buru melanjutkan keterangannya.

“Saya komedian Yang Mulia. Video-video saya ada di Youtube dan Instagram, namanya Hai Puja,” lanjut Puja Astawa.

“Oh Selebgram. Coba nanti saya tanya ke anak saya, anak saya pasti tahu. Berarti kayak Mbak Beti (Youtuber) itu ya?,” sambung Heriyanti lagi yang kemudian diiyakan oleh Puja Astawa.

Advertisement

Nasdem Sulbar Deklarasi Usung Habsi Wahid, Dorong Kembali Calon Bupati 2020

Gerakan AMPG Dituding Aksi Politik Pecah Belah Jelang Munas

Susy Susanti Bilang Ini Soal Pemindahan Ibu Kota

Hotel Siapkan Strategi Jelang Tutup Tahun, Target Okupansi 100 persen

Bambang Yakin Gedung Kementerian di Jakarta Banyak Diminati

Yang juga tak kalah menarik, hakim Heriyanti sempat menyinggung terkait keuntungan finansial menjadi seorang selebgram ataupun youtuber.

Advertisement

Disini Puja Astawa justru berkeluh kesah terkait karya-karya videonya yang dishare oleh orang tak bertanggungjawab sehingga tidak terlalu mendapatkan keuntungan.

“Video-video saya justru di download orang lain dan kemudian mereka men-sharenya (membagikan) tanpa seizin saya,” kesalnya.

Karena itu, Puja menjadi tidak mendapatkan keuntungan maksimal, terutama dari akun Youtubenya. Usai percakapan tersebut, hakim kemudian melanjutkan pertanyan ke kasus yang menimpanya.

Usai menjalani sidang tersebut, Puja kemudian menjadi incaran para jaksa, pengacara dan juga petugas PN Denpasar untuk berfoto selfie. Puja Astawa pun melayani dengan ramah dan murah senyum. (jp)

The post Puja Astawa Ngaku Bisnis Jual Diri, Begini Reaksi Majelis Hakim appeared first on FAJAR.

Advertisement

rn

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik7 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik7 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik7 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik8 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik8 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik8 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik8 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik8 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik8 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik8 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...