Politik
Rahmawati Ingatkan Ancaman Konflik Sosial Akibat Dugaan Pencemaran di Tarakan
Published
8 bulan agoon
Anggota Komisi VII DPR RI, Rahmawati, menyoroti secara serius keluhan warga terkait dugaan pencemaran lingkungan yang diduga berasal dari aktivitas salah satu perusahaan di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Ia mengingatkan, persoalan tersebut berpotensi memicu konflik sosial apabila tidak segera ditangani secara konkret oleh pemerintah.
Rahmawati mengungkapkan bahwa keluhan warga telah berlangsung cukup lama, mulai dari pencemaran asap hingga dampak lingkungan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Bahkan, terdapat laporan mengenai tanaman produktif yang mati, air hujan berubah warna, serta muncul bau tidak sedap.
“Keluhan ini terus disuarakan warga. Dampaknya bukan hanya pada lingkungan, tetapi juga pada kehidupan masyarakat. Saya khawatir kondisi ini bisa dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk memprovokasi,” ujar Rahmawati dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR RI dengan Menteri Perindustrian di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Ia menyebut perusahaan yang diduga menjadi sumber permasalahan tersebut adalah PT Priyama Naga Energi (PT PRI). Menurutnya, eskalasi keluhan masyarakat kini semakin meningkat. Persoalan itu tidak lagi berhenti pada laporan lisan, melainkan telah berujung pada aksi unjuk rasa langsung ke Kantor Wali Kota Tarakan.
“Kondisi ini menunjukkan tingkat keputusasaan masyarakat sekaligus krisis kepercayaan terhadap mekanisme formal yang ada. Bahkan pemerintah setempat terkesan kesulitan menghadapi situasi ini,” tegasnya.
Rahmawati menambahkan, DPRD Kota Tarakan juga telah menyampaikan desakan agar dilakukan normalisasi drainase serta perbaikan sistem pembuangan limbah perusahaan. Hal tersebut, menurutnya, menjadi indikasi bahwa persoalan ini telah mendapat perhatian serius secara politik di tingkat daerah.
“Desakan DPRD Tarakan agar dilakukan perbaikan sistem pembuangan limbah menandakan bahwa persoalan ini nyata dan harus segera ditangani,” katanya.
Ia juga mengingatkan potensi munculnya gejolak sosial apabila permasalahan ini terus dibiarkan. Rahmawati mengaku khawatir situasi tersebut dapat berkembang menjadi tindakan anarkis di tengah masyarakat.
Oleh karena itu, Rahmawati mendorong Kementerian Perindustrian untuk mengambil peran aktif sesuai fungsi pembinaan terhadap industri. Ia berharap pemerintah pusat dapat memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut agar tidak terus berulang dari tahun ke tahun.
“Kementerian perlu turun tangan, melakukan pembinaan serta tindakan administratif yang tegas. Jangan sampai masalah ini berlarut-larut dan menimbulkan ketegangan sosial di masyarakat,” pungkasnya.
You may like
Fraksi Gerindra DPR RI Kembali Bergerak, 10.000 Paket Sembako dan Selimut Disalurkan untuk Korban Gempa NTT
Presiden Prabowo Sambangi Kediaman Megawati Sampaikan Belasungkawa Wafatnya Guruh Soekarnoputra
Presiden Prabowo Perkuat BPJS Kesehatan, Pemerintah Siapkan Tambahan Rp20 Triliun
Memahami Kekhawatiran Orang Tua Siswa, Wapres Pastikan Penanganan Optimal Bagi Korban Keracunan Makanan di Batang
Menhan RI Beri Pengarahan kepada Peserta Komcad ASN Kementerian dan Lembaga Gelombang II Tahun 2026
Menhan Serahkan 12 Unit AAV M-35, Perkuat Kemampuan Operasi Amfibi Korps Marinir TNI AL
Kemandirian Susu Nasional, Endang Thohari Dorong Penguatan Sapi Lokal
Ajeng Wira Wati Bantu Korban Kebakaran Mojo, Dorong Hunian Warga Segera Dipulihkan
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Sastra bisa Jadi Ruang Merawat Akal Sehat dan Kewarasan
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

