Nasional
Rayakan Halloween, 17 Warga Filipina Ditangkap di Saudi
Kabarpolitik.com – Tujuh belas pekerja Filipina di Arab Saudi ditahan otoritas Saudi karena mereka telah melakukan pesta Halloween. Mereka ditahan oleh petugas intelijen yang menggerebek sebuah kompleks di Riyadh. Para tetangga awalnya mengeluh karena rumah tersebut sangat bising.
Hingga saat ini, belum jelas tuduhan apa yang mereka hadapi. Namun Kementerian Luar Negeri Filipina mencatat bahwa hukum Saudi melarang pria dan perempuan yang tidak terikat terlihat bersama di depan umum.
Duta Besar Filipina di Riyadh, Adnan Alonto mengatakan, informasi awal menunjukkan bahwa penyelenggara pesta telah dituduh mengadakan acara tanpa izin dan mengganggu lingkungan. Surat kabar The Philippine Star mengutip unggahan Facebook oleh seorang pria bernama Humoud Al Fajrawi yang mengatakan, beberapa peserta pesta belum tahu bahwa acara itu bertema Halloween.
Pada Minggu, (29/10), Alonto mengeluarkan nasihat yang mengingatkan masyarakat Filipina di Arab Saudi untuk menahan diri dari membuat atau menghadiri acara atau pertemuan yang tanpa izin dari pihak berwenang setempat.
“Selain itu, semua orang diingatkan untuk menghindari kerumunan pria dan perempuan, mengkonsumsi minuman keras, dan melakukan tradisi yang terkait dengan agama-agama selain Islam, seperti Halloween, Valentine, dan Natal,” katanya dilansir dari BBC pada Rabu, (31/10).
Dalam laporan 2018, US Commission on International Religious Freedom mengatakan, polisi agama Saudi dalam beberapa tahun terakhir menyerbu pertemuan agama non-Muslim yang diselenggarakan oleh pekerja asing dan menangkap atau mendeportasi peserta. Apalagi ketika pertemuan itu melibatkan sejumlah besar orang atau ada simbol terlihat dari luar gedung.
Pekerja ekspatriat dari Afrika dan Asia Tenggara juga telah ditahan oleh polisi agama atas tuduhan menggunakan sihir terhadap majikan mereka, mengganggu masyarakat Saudi. (iml/JPC)
rn
source


