Connect with us

Opini

Rendang Unta William Wongso

Published

on

Oleh: Dahlan Iskan

Baru sekali ini saya makan daging unta. Dimasak rendang.

Yang istimewa, yang masak rendang ini William Wongso. Suhunya kuliner Indonesia. Yang lagi gila rendang. Dipasarkan di mana-mana. Dengan cara modern.

Saya tidak menyangka disuguhi rendang unta. Ketika berkunjung ke kantornya. Di bilangan Brawijaya VIII Jakarta. Jumat sore lalu.

Tentu tidak hanya daging unta. Saya diminta juga merasakan rendang daging sapi. Dan rendang daging bebek. Tiga-tiganya cocok di lidah saya.

Advertisement

Namanya saja William Wongso. Mejanya penuh masakan. Saya diminta juga mencicipi soto betawi. Yang tanpa santan. Pak William sendiri yang meracik soto itu. ”Saya kasih ini,” katanya, ”sebagai pengganti santan.”

Sambil berkata begitu pak William meraih satu botol putih. Itulah botol fibermilk. Susu khusus untuk pengganti santan. Saya simak botolnya. Sudah bisa dibeli di Indonesia.

Saya pun ngobrol panjang soal masakan Indonesia. Dan masakan seluruh dunia. Pak William ingin rendanglah yang bisa dijagokan. Untuk duta bangsa. Ke jagat raya.

Sambil makan, mata saya terpana pada satu foto. Hitam-putih. Yang dipajang di dinding. Seorang lelaki bercelana sedengkul. Mengoperasikan kamera. Seperti sedang shooting film. ”Itu bapak saya,” katanya.

Saya berdiri. Mendekat ke dinding. Tertulis tahunnya: 1946. Baru setahun umur Indonesia.

Advertisement

Sang ayah ternyata juru kamera istana. Zaman itu. Zaman Presiden Bung Karno. ”Waktu Bung Karno ke India ayah saya diajak. Naik pesawat Dakota,” kata William.

Setidaknya, kata William, ada tiga kenangan dari Bung Karno. Pada ayahnya itu.

Ayahnya diberi mobil. Pada tahun 1950. Yakni Ford tahun 1949. Masih baru. Gress. Bukan main bergengsinya.

Lalu urusan rumah yang sudah lama ditempatinya di Jalan Ondomohen Surabaya. Yang statusnya VB. Berkat Bung Karno rumah itu bisa dibeli. Dengan harga murah.

Dan yang istimewa: kewarganegaraan Indonesia. Yang didapatnya dengan sangat mudah. Atas permintaan Bung Karno. Sampai Pengadilan Negeri Surabaya kebingungan. Menyiapkan syarat-syaratnya.

Advertisement

Wong See Hwa, ayah William Wongso itu, baru tiba di Indonesia tahun 1943. Dari Shanghai. Di zaman Jepang. Dua tahun sebelum proklamasi. Masih bujangan. Belum bisa berbahasa Indonesia.

Kelak namanya menjadi Suwadi Wongso. Kawin dengan gadis Malang. Melahirkan anak: William Wongso ini.

Wong sendiri ke Indonesia atas ajakan Chok, pengusaha bioskop. Yang adalah ayahanda tokoh perfilman nasional: Yong Indrajaya. Pemilik Panamas Film.

Wong diincar karena prestasinya di Shanghai. Sebagai seorang juru kamera yang handal. Untuk perusahaan film Shanghai.

Kemampuan masak William datang dari ayahnya itu. Yang sangat menyukai masakan Indonesia.

Advertisement

Sejak remaja pun William sudah suka masak di rumah. Menirukan bapaknya.

Rumah di Jalan Ondomohen itu kemudian diwariskan ke William. Di situ ia mendirikan radio: Merdeka FM. Sambil mengurusi biro iklan. Kelak, ketika William harus pindah ke Jakarta radio itu dibeli grup Suzanna. Konglomerat radio di Surabaya.

Kini William sudah berumur 71 tahun. Idenya tentang kuliner tidak habis-habisnya. Acara keliling dunianya tidak henti-hentinya: mempromosikan masakan Indonesia.

Pergi ke mana pun William membawa bumbu. Untuk demonstrasi masakan.

Belum lama ini ia diundang ke Los Angeles. William memperkenalkan menu barunya: Rawon Expresso.

Advertisement

Ditaruh di cangkir kopi. Warnanya hitam. Banyak yang kaget: acara makan baru akan mulai kok sudah disuguhi kopi. Yang biasanya untuk minuman penutup.

Barulah ia menjelaskan: itu bukan kopi. Itu sop pembuka. Warnanya memang hitam. Itu karena bumbunya: ‘kluwek’.
William tidak menaruh daging di sopnya itu, eh, ekspresso-nya itu. ”Rasa kluwek itu kalau penanganannya baik sudah seperti rasa daging,” katanya.

William tidak sepakat dengan saya: warna rendang tidak menarik bagi orang bule. Warnanya kehitaman.

William justru sebaliknya. ”Saya selalu mempromosikan istilah white to black,” katanya. Santan yang putih diolah sedemikian rupa hingga jadi hitam.

Ia juga baru pulang dari Paris. Menghadiri festival kuliner 60 negara. Di bawah menara Eiffel. ”Jepang menyajikan masakan berwarna hitam,” kata William.

Advertisement

Black Ramen. Mie ramen warna hitam. Paling ramai penggemarnya. ”Warna hitamnya datang dari wijen hitam,” katanya.

William tidak mau dipuji. Justru ia selalu memuji pejuang kuliner Indonesia lainnya. Seperti Rustono. Yang begitu gigihnya mempromosikan tempe di Jepang. Berhasil. Kini punya pabrik tempe di Jepang. Dan Korea. Dan Meksiko. Sebentar lagi di Rusia.

William akan terus berjuang dengan rendangnya. Ia sudah mencoba daging apa saja. Sapi, kambing, kelinci, bebek, dan berbagai daging binatang liar di Afrika. ”Yang saya gagal adalah bikin rendang daging gajah,” katanya. ”Saya telat datang. Gajahnya sudah dua hari ditembak. Saya baru tiba di Afrika,” tambahnya.

Kalau daging unta, katanya, pasti enaknya. Apalagi kalau di bumbunya disertakan lemak dari punuk unta. Rasanya khas sekali.

Apalagi kalau dapat daging unta asli Saudi. Yang digembala secara liar di gurun. Yang makanannya tumbuhan pendek berduri. Yang tumbuh di sela-sela batu. Yang entah bagaimana duri itu tidak bisa bikin luka mulut unta.

Advertisement

Itulah, kata William, daging unta terbaik.

Anda, pembaca, harus percaya. Lihatlah foto rendangnya. Nikmati khayalannya.(dahlan iskan)

https://www.disway.id/rendang-unta-william-wongso/

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga
Politik7 hari ago

Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto memastikan ketersediaan dan kualitas stok beras di Provinsi Maluku dalam kondisi aman....

Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Batam Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Batam
Politik1 minggu ago

Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Kota Batam

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendorong penguatan ekosistem industri di Kota Batam melalui kepastian perizinan, keandalan pasokan...

Komisi XII Ingatkan Kesiapan Listrik Seiring Ekspansi Pariwisata di Bali Komisi XII Ingatkan Kesiapan Listrik Seiring Ekspansi Pariwisata di Bali
Politik1 minggu ago

Melchias Markus Mekeng Dorong Bali Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Ketua Komisi XII DPR RI Melchias Markus Mekeng mengingatkan PT PLN (Persero) agar mengantisipasi kebutuhan listrik Bali dalam jangka panjang...

Komisi XII Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam Komisi XII Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam
Politik1 minggu ago

Jalal Abdul Nasir Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam

Komisi XII DPR RI mendorong percepatan commissioning tahap kedua pipa gas West Natuna Transportation System (WNTS)-Pemping agar pemanfaatan gas Natuna...

Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU untuk Percepat Transisi Energi Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU untuk Percepat Transisi Energi
Politik1 minggu ago

Percepat Transisi Energi, Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU

Anggota Komisi XII DPR RI Beniyanto mendorong PT PLN (Persero) memperluas pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) hingga ke...

Anis Byarwati Soroti Tingginya Pencabutan Izin BPR dan BPRS di Jawa Barat Anis Byarwati Soroti Tingginya Pencabutan Izin BPR dan BPRS di Jawa Barat
Politik1 minggu ago

Anis Byarwati Soroti 48 BPR dan BPRS di Jawa Barat Dicabut Izin Usahanya

Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati menyoroti tingginya jumlah Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS)...

Wahyu Sanjaya Tekankan Literasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah Wahyu Sanjaya Tekankan Literasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah
Politik1 minggu ago

Wahyu Sanjaya Tekankan PentingnyaLiterasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah

Anggota Komisi XI DPR RI Wahyu Sanjaya menekankan pentingnya peningkatan literasi masyarakat mengenai ketentuan penjaminan simpanan oleh Lembaga Penjamin Simpanan...

Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah untuk Dukung Kendaraan Listrik Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah untuk Dukung Kendaraan Listrik
Politik1 minggu ago

Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah

PT PLN (Persero) perlu memperluas pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga ke daerah-daerah kecil. Pemerataan infrastruktur pengisian daya...

Marinus Gea Pertanyakan Akurasi Data TKA di Sumsel Marinus Gea Pertanyakan Akurasi Data TKA di Sumsel
Politik1 minggu ago

Marinus Gea Pertanyakan Kesesuaian Data TKA di Sumsel

Anggota Komisi XIII DPR RI Marinus Gea mempertanyakan kesesuaian data tenaga kerja asing (TKA) dengan kondisi di lapangan di tengah...

Komisi VI DPR Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau Komisi VI DPR Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau
Politik1 minggu ago

Nurdin Halid Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau

Komisi VI DPR RI mendorong integrasi pelabuhan, transportasi, pergudangan, dan pusat distribusi untuk menekan biaya logistik serta disparitas harga barang...