Connect with us

Nasional

Rumah Ala Crazy Rich Asian di India Punya 600 Staf Cuma Dihuni 5 Orang

Published

on

Kabarpolitik.com – Sebuah bangunan yang menjulang tinggi megah di selatan Mumbai, India dipercaya merupakan bangunan yang memakan biaya sangat mahal yakni 1 miliar poundsterling. Bangunan ini digadang-gadang merupakan bangunan yang memiliki harga paling mahal.

Tak hanya itu, rumah yang memiliki 600 staf dan tiga helipad itu hanya dihuni oleh lima orang.

Rumah bergaya bangunan gedung pencakar langit ini adalah rumah Mukesh Ambani, 61 tahun. Ia merupakan seorang pengusaha super tajir ala Crazy Rich Asian yang mengelola perusahaan minyak dan gas raksasa. Dilaporkan perusahaan yang dikelolanya didirikan oleh mendiang ayahnya, Dhirubhai Ambani. Perusahaannya merupakan salah satu perusahaan yang paling berharga di India.

Bangunan ini terletak di Mumbai Selatan, India. Bangunan ini dilengkapi lapangan tempat mendarat yang bisa memuat tiga helipad. Dilansir dari Mirror pada Selasa, (25/9), rumah ini memiliki bioskop sendiri. Untuk melengkapi fasilitas yang ada di rumah megah itu, sang pemilik membuat beberapa kolam renang.

Bangunan rumah milik pria terkaya di India ini memiliki 27 lantai. Dengan fasilitas yang sebegitu lengkap, rumah modern ini hanya dihuni oleh 5 orang saja. Yaitu, Ambani, Nita yang merupakan istrinya, dan tiga orang anaknya.

Advertisement

Rumah Ambani memiliki tinggi yang sangat menjulang, yakni 570 kaki dari permukaan dan luas bangunan ini tidak main-main. Untuk rumah pribadi rumah ini memiliki ukuran 400.000 kaki di daerah yang berpenduduk 3 juta orang.

Rumah megahnya ini konon dinamakan Antlilia, yang merupakan penghormatannya terhadap mitos. Ia juga mendapatkan predikat orang pertama yang menghabiskan miliaran dolar untuk sebuah rumah pribadi pada tahun 2010 silam.

Pada tahun 2017, Ambani masuk ke salah satu daftar orang yang paling kaya di dunia menurut Forbes. Setelah ayahnya meninggal pada 2002 silam, ia dan saudaranya kemudian mengambil alih perusahaan. Ia dilaporkan memiliki harta pribadi sebesar 34 miliar poundsterling.

Ambani yang merupakan pemilik perusahaan Reliance, memiliki sebuah tim kriket India Premiere League, Indian Mumbai, dan Universitas India. Ia masih disebut akan terus memperluas jaringan bisnisnya ke industri telekomunikasi. (am1/JPC)

rn
source

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik5 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik5 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik5 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...