Politik
Setahun Danantara, Presiden Prabowo Dorong Pengelolaan Aset Negara Lebih Optimal
Published
7 bulan agoon
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya peningkatan kinerja Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara guna memperkuat pengelolaan aset negara serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional. Hal tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri acara tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Danantara Indonesia di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa target jangka panjang Danantara masih sangat besar. Karena itu, ia mendorong jajaran pimpinan Danantara untuk terus meningkatkan kinerja dan memastikan pengelolaan aset negara dilakukan secara optimal.
“Dalam tahun pertama ini walaupun saya ucapkan terima kasih dan selamat atas prestasi Saudara-saudara, saya ingatkan bahwa sasaran kita masih cukup jauh,” tegas Presiden.
Presiden juga menyoroti pentingnya peningkatan tingkat pengembalian aset (return on asset). Menurutnya, perusahaan yang dikelola dengan baik umumnya memiliki return on asset minimal 10 persen. Namun pada tahap awal, Presiden menilai target realistis bagi Danantara adalah mampu memberikan pengembalian minimal 5 persen kepada negara setiap tahun.
“Kalau hanya 5 persen return on asset, berarti Danantara harus mengembalikan ke negara sekitar 50 miliar dolar setiap tahun. Nilainya setara kurang lebih 800 triliun rupiah,” ujar Presiden.
Meski demikian, Presiden turut mengapresiasi capaian kinerja Danantara pada tahun pertama operasionalnya yang dinilai mulai menunjukkan hasil positif. Berdasarkan laporan yang diterimanya, tingkat return on asset pada 2025 meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Saya mendapat laporan dan cukup gembira. Return on asset pada 2025 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya naik lebih dari 300 persen. Ini cukup baik dan membuktikan bahwa keputusan kita mendirikan Danantara adalah langkah yang tepat,” kata Presiden.
Menurut Presiden, peningkatan tersebut menunjukkan pentingnya konsolidasi pengelolaan perusahaan-perusahaan negara di bawah satu manajemen yang terintegrasi. Pengelolaan yang terpusat dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi serta kinerja investasi, terutama mengingat jumlah entitas usaha milik negara yang sangat besar.
“Tidak mungkin manajemen berjalan baik kalau tidak berada dalam satu kendali, satu tangan, satu manajemen. Tidak mungkin kita mengelola 250 perusahaan. Bahkan ternyata bukan 250, tapi lebih dari seribu perusahaan,” ungkap Presiden.
Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa keberadaan Danantara merupakan langkah strategis bagi Indonesia untuk memperkuat pengelolaan kekayaan negara melalui lembaga yang setara dengan sovereign wealth fund di tingkat global.
“Kita bersyukur sekarang sudah memiliki badan yang bisa disetarakan dengan sovereign wealth fund di dunia. Bahkan Indonesia kini memiliki sovereign wealth fund yang mungkin termasuk enam atau tujuh terbesar di dunia,” tutur Presiden.
Ke depan, Danantara diharapkan tidak hanya menjadi pengelola aset negara, tetapi juga menjadi salah satu mesin penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang mampu mendorong pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
DPC Gerindra Purbalingga Jalankan ASRI, Gotong Royong Bersihkan Sungai Cilapar
DPC Gerindra Kudus Hidupkan Semangat ASRI Lewat Kerja Bakti di Makam Pahlawan
DPC Gerindra Semarang Turun ke Jalan, Wujudkan Lingkungan Bersih dan Hijau
Wujudkan Ekonomi Hijau, DPD Gerindra DIY dan DPC Gerindra Bantul Bersih-Bersih Pantai Baru
Gerindra Ngaliyan Ajak Warga Sambut Musim Hujan dengan Penghijauan dan Bersih Lingkungan
Kunker di Tasikmalaya, Menhan Sjafrie Tinjau Yonif TP 335/Macan Sukapura: Tegaskan Sinergitas TNI-Pemda dan Tugas Pengabdian kepada Rakyat
Soroti Krisis Hunian, Syaiful Huda Minta Program 3 Juta Rumah Benahi Masalah Lahan
Maman Imanul Haq: Pemberhentian Rektor UINSA Sudah Tepat, Jadi Pelajaran bagi Kemenag
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Sastra bisa Jadi Ruang Merawat Akal Sehat dan Kewarasan
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

