Connect with us

Nasional

Setelah 13 Tahun Relaksasi Syariah, Unit Usaha Syariah Bank Konvensional Wajib Spin Off

Published

on

JAKARTA— Ketua MUI Bidang Ekonomi Syariah dan Halal, KH Sholahuddin Al-Aiyub menyampaikan bahwa unit usaha syariah (UUS) Bank Konvensional rata-rata sudah menerima relaksasi syariah selama 13 tahun. Relaksasi syariah adalah keringanan yang diberikan kepada UUS dalam tahap spin off menjadi BUS sehingga bisa secara penuh menjalankan bisnisnya sesuai prinsip syariah.

Relaksasasi syariah atau penundaan spin off ini tidak bisa dibiarkan terus-menerus mengingat industri perbankan syariah di Indonesia yang semakin berkembang. Spin off sendiri memiliki tiga jenis yaitu pendirian Bank Umum Syariah Baru, pembelian Bank Umum Syariah yang sudah ada, maupun Penjualan UUS kepada BUS yang sudah ada.

“Setelah persiapan 13 tahun, MUI menilai industri keuangan syariah di Indonesia sudah kuat untuk menjalankan kewajiban spin off tersebut, sehingga aturan mengenai kewajiban spin off tersebut masih berlaku,” ungkapnya kepada MUIDigital, Sabtu (24/07) di Hotel Balairung, Jakarta saat kegiatan Pra Ijtima Sanawi Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI.

“Kondisi relaksasi tersebut tidak bisa diteruskan terus menerus, kita masih berpegang bahwa spin off itu suatu kewajiban yang akan membawa kemaslahatan yang lebih besar untuk industri keuangan syariah,“ imbuhnya.

Selain aspek syariah yang sudah sepatutnya dilaksanakan optimal, Kiai Aiyub menilai, spin off UUS juga akan memberikan manfaat yang besar. Kewajiban spin off sudah melalui proses pembahasan yang mendalam termasuk pertimbangan ekonomi ke depan. Spin off juga akan membawa industri perbankan syariah semakin berkembang.

Advertisement

Spin off, lanjut Kiai Aiyub, juga membawa dampak baik bagi UUS sendiri. Ketika skalanya dan statusnya masih UUS, maka dana yang dikelola hanya berjumlah kecil karena terkait aturan penambahan modal. Spin off membawa bisnis tersebut ke tahap berikutnya karena modal semakin besar.

“Itu akan memacu besaran dari aset-aset yang ada di lembaga keuangan syariah yang sudah spin off tersebut,” tuturnya.

Meski begitu, kiai Aiyub mengungkapkan bahwa masih ada beberapa pelaku usaha yang belum siap untuk melakukan spin off. Tetapi, kiai Ayyub menerangkan bahwa kewajiban spin off itu adalah hukum asal.

“Bagi kami, kewajihan spin off itu hukum asal. Kalau ada permasalahan baru itu jangan sampai menghapus hukum asalnya tersebut,” pungkasnya. (Sadam Al-Ghifari/Azhar)

Advertisement

[MUI]rn

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...