Politik
Sugiat Santoso Dorong Anggaran Kementerian Hukum Lebih Berpihak kepada Rakyat
Published
1 bulan agoon
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso, menyoroti komposisi usulan tambahan anggaran Kementerian Hukum Tahun 2027 yang dinilainya lebih banyak dialokasikan untuk kebutuhan internal dibandingkan layanan bantuan hukum bagi masyarakat. Ia meminta struktur anggaran tersebut dikaji ulang agar lebih berpihak kepada rakyat dan sejalan dengan semangat efisiensi yang ditekankan Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi XIII DPR RI bersama Kementerian Hukum terkait pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Menurut Sugiat, dari total usulan tambahan anggaran sebesar Rp837 miliar, sekitar Rp750 miliar dialokasikan untuk pembangunan dan rehabilitasi sarana internal kementerian. Sementara anggaran untuk bantuan hukum kepada masyarakat hanya sebesar Rp35 miliar.
“Untuk rakyat hanya Rp35 miliar, sementara alokasi internal kementerian sekitar Rp750 miliar. Ini tentu menjadi perhatian kita bersama,” ujar Sugiat.
Ia menilai komposisi tersebut perlu dievaluasi karena belum mencerminkan prioritas yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Terlebih, Presiden Prabowo berulang kali menekankan pentingnya efisiensi anggaran yang memberikan manfaat langsung bagi rakyat.
“Kalau ini diteruskan, semangat efisiensi yang lebih banyak untuk rakyat menjadi kurang terlihat. Justru lebih besar untuk pembinaan dan pembangunan kantor,” katanya.
Sugiat juga mempertanyakan alasan kebutuhan anggaran fisik yang meningkat pasca pemisahan Kementerian Hukum dan HAM menjadi beberapa kementerian. Berdasarkan hasil kunjungan kerja Komisi XIII ke sejumlah daerah, ia menilai masih banyak aset dan gedung eks Kementerian Hukum dan HAM yang tetap digunakan oleh Kementerian Hukum, sementara kementerian hasil pemekaran masih menghadapi keterbatasan fasilitas.
Menurutnya, pembangunan sektor hukum seharusnya lebih menitikberatkan pada penguatan pelayanan dan akses keadilan bagi masyarakat dibanding pembangunan fisik semata. Ia pun mengingatkan bahwa kepercayaan publik terhadap negara sangat bergantung pada kemampuan pemerintah menghadirkan keadilan yang mudah diakses seluruh warga.
Karena itu, Sugiat berharap Kementerian Hukum dapat menyusun kembali struktur usulan anggarannya dengan porsi yang lebih besar untuk program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, termasuk bantuan hukum.
“Hak rakyat untuk mendapatkan keadilan harus menjadi perhatian utama. Kalau masyarakat tidak lagi percaya kepada negara untuk mendapatkan keadilan hukum, itu menjadi tanda yang harus kita waspadai,” tegas Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut.
Husein Fadlulloh Dorong Kebun Raya Bogor Mendunia Lewat Diplomasi Parlemen
Habiburokhman: DPR Gaspol Bahas RUU Perampasan Aset, Libatkan Publik Secara Luas
Menhan RI Terima Kunjungan Dubes Republik Korea, Perkuat Kerja Sama Bidang Pertahanan
Menhan RI Terima Kunjungan Duta Besar Finlandia, Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan
Menhan Hadiri Rapat Terbatas Bersama Presiden Bahas Harga Khusus BBM bagi Pelaku Usaha Perikanan
Habiburokhman: RUU Perampasan Aset Harus Perkuat Asset Recovery Tanpa Membuka Celah Abuse of Power
Bob Hasan: Baleg DPR Kaji Blockchain untuk Perkuat RUU Satu Data Indonesia
Habiburokhman: RUU Perampasan Aset Jadi Prioritas Utama Komisi III DPR
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Salat Jumat di Masjid Abdullah Noor Pecenongan, Wapres Sapa Warga dan Salurkan Bantuan Sembako
Perolehan Medali Sea Games 2025, Indonesia Sementara Kumpulkan 62 Emas
Ketua ICMI Orda Kota Bekasi Inayatullah Hadiri Kajian Tafsir Tematik
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Menhan Sjafrie Hadiri Buka Puasa Bersama Kuasa Usaha Ad Interim AS untuk Indonesia, Perkuat Kemitraan Pertahanan

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

