Connect with us

Politik

Sugiat Santoso Soroti Kesejahteraan Guru, Tata Kelola, dan Perlindungan Profesi dalam Revisi UU Guru dan Dosen

Published

on

rnAnggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Sugiat Santoso, menyoroti tiga isu krusial yang harus menjadi fokus dalam pemantauan dan peninjauan UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Ketiga isu tersebut adalah kesejahteraan guru swasta, efektivitas tata kelola institusi pendidikan, serta perlindungan profesi guru dari kriminalisasi.rn“Ada tiga isu krusial yang perlu kita tegaskan dan konsistenkan untuk menuntaskan persoalan ini,” ujar Sugiat saat Rapat Kerja Baleg bersama Menteri Agama dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (19/11/2025).rnTerkait kesejahteraan, Sugiat menilai kesenjangan antara guru negeri dan guru swasta masih signifikan. Ia mencontohkan di daerah pemilihannya, beberapa guru swasta hanya menerima gaji Rp 600 ribu untuk enam bulan mengajar. Menurutnya, revisi UU harus memuat skema konkret agar guru dan dosen swasta memperoleh pengupahan yang adil, setara dengan standar minimum nasional atau daerah.rn“Buruh saja punya standar upah minimum, masa guru tidak? Harus ada gaji minimum untuk guru swasta,” tegasnya.rnIsu kedua berkaitan dengan tata kelola pendidikan. Sugiat menyoroti ketimpangan otoritas antara Kemenag dan Kemendikdasmen. Kemenag memiliki struktur birokrasi kuat hingga tingkat bawah, sementara Kemendikdasmen tidak memiliki otoritas langsung atas guru SD, SMP, dan SMA yang berada di bawah pemerintah daerah. Ia menilai kondisi ini menimbulkan persoalan struktural, terutama ketika dinamika politik lokal mempengaruhi kebijakan pendidikan.rn“Kalau desentralisasi, guru hanya tunduk pada kepala daerah. Nuansa politiknya besar. Kalau pemenang pilkadanya satu kubu mungkin lanjut, tapi kalau tidak satu kubu ya berhenti,” jelas Sugiat.rnSugiat mendorong revisi UU Guru dan Dosen mempertimbangkan reformasi tata kelola, mulai dari perbaikan sistem desentralisasi hingga opsi model sentralistik seperti Kemenag dengan kantor wilayah atau kabupaten/kota di bawah Kemendikdasmen, agar tujuan konstitusional mencerdaskan kehidupan bangsa dapat tercapai secara efektif.rnIsu terakhir yang ditekankan Sugiat adalah perlindungan hukum bagi guru. Ia meminta agar revisi UU secara eksplisit mengatur perlindungan profesi agar kasus kriminalisasi guru tidak terulang.rn“Tidak boleh ada kriminalisasi, tidak boleh orang tua langsung mempidanakan guru. Hal ini harus diatur supaya keresahan di lapangan tidak terus terjadi,” pungkas Sugiat.rn
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik5 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik5 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik5 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...