Nasional
Survei IDM: Faktor Ekonomi, Elektabilitas Jokowi-Ma’ aruf Melorot
Kabarpolitik.com, JAKARTA – Elektabilitas pasangan Capres-Cawapres Jokowi dan Ma’aruf Amin kian melorot. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk ekonomi. Hal ini diketahui bahwa hampir 70 persen pemilih Jokowi pada Pilpres 2014 lalu.
Terlebih, adanya keinginan kehidupan ekonomi responden lebih baik (meningkat) dibandingkan pada masa sebelumnya. Namun, kini yang terjadi justru sebaliknya.
Melorotnya elektabilitas Jokowi-Ma’aruf Ini diketahui dari hasil survei yang dilakukan oleh IDM pada tanggal 8–21 Oktober 2018, responden sebanyak 2.178 yang tersebar di 33 provinsi, Margin of Error sebesar -+ 2,1persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Dalam temuan survei IDM ini, 38.9 persen responden mengatakan kondisi ekonomi kini mengalami penurunan. Hanya 12.7 persen saja responden yang mengatakan mengalami peningkatan ekonomi.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Eksekutif IDM Bin Firman Tresnadi kepada wartawan, Senin (30/10/2018), di Jakarta.
“Dari survei di atas yang mengatakan kondisi ekonomi stabil hanya sekitar 48,4 persen. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional selama 4 tahun pemerintahan Jokowi yang berkisar antara 4,8-5 persen saja,” ungkap dia.
Kondisi pertumbuhan ekonomi ini, kata dia, tentu saja berimbas kepada lapangan kerja di masyarakat. “Dalam temuan survei, 64,6 persen responden menyatakan selama 4 tahun terakhir sangat sulit mencari pekerjaan. Sedangkan 31,2 persen mengatakan, ada lapangan kerja tapi banyak yang tidak sesuai dengan tingkat pendidikan ataupun keahlian yang dimiliki masyarakat. Dan sebanyak 4,2 persen menyatakan tersedia lapangan kerja,” tegas dia.
Firman menambahkan, pertumbuhan ekonomi yang hanya berkisar di 4,8 – 5 peraen juga tidak memberikan tambahan lapangan kerja baru bagi angkatan pekerja baru. “Karena tidak tertampungnya angkatan kerja baru ini maka pekerjaan di sektor informal menjadi pilihan, seperti driver atau ojek online dan lainya. Hal yang penting diketahui adalah hampir 40 peraen tenaga kerja Indonesia saat ini bekerja disektor informal. Dimana jaminan keamanan rendah dan jaminan sosial yang tidak memadai,” tandas dia.
Elektabilitas Jokowi menurun juga karena tidak bisa memenuhi janji-janjinya, seperti soal Swasembada Pangan.
“Sebanyak 71,8 persen responden mengatakan gagal. Begitu juga dalam hal pemerintahan bersih (bebas korupsi), sebanyak 62,1% responden menyatakan Jokowi tidak berhasil memberantas korupsi. Sikap responden ini didorong karena responden menilai masih banyaknya pejabat publik yang terjerat oleh KPK,” tukas dia. (aen/indopos)
rn
source


