Nasional
Survei SMRC, Baru 46 Persen Warga Indonesia Bersedia Divaksin Covid-19
Kabarpolitik.com, JAKARTA – Survei Saiful Mujani Research Center (SMRC) mencatat, baru 46 persen penduduk Indonesia yang bersedia divaksin Covid-19. Survei ini berlangsung pada 28 Februari hingga 8 Maret 2021 terhadap 1.220 responden berusia di atas 17 tahun.
Direktur Riset SMRC Deni Irvani mengatakan ada 29 persen responden yang menyatakan tidak akan divaksin dan 23 persen responden belum menentukan sikap.
“Kalau kita menargetkan yang divaksin 70 persen penduduk, proporsi ini tentu masih kurang dari target yang dicanangkan pemerintah,” kata Deni dalam konferensi pers daring, Rabu (24/3/2021).
Berdasarkan demografinya, proporsi responden yang enggan divaksin relatif lebih besar pada responden laki-laki yakni sebanyak 33 persen, kemudian yang berusia di bawah 25 tahun sebanyak 37 persen, dan pada warga latar belakang pendidikan SD atau tidak sekolah sebesar 34 persen.
“Survei ini juga menemukan ada 8,4 persen responden yang pernah menerima ajakan untuk tidak vaksin,” ujarnya.
Menanggapi survei tersebut, juru bicara program vaksinasi dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, bahwa ada kecenderungan untuk menunggu dan melihat orang-orang sekitarnya divaksin lebih dulu.
“Pengalaman kami saat memberikan vaksinasi kepada pedagang pasar, pekerja transportasi dan sektor wisata biasanya saat pendaftaran awal itu sangat sedikit, tapi 2 sampai 3 hari berjalan terjadi kerumunan, orang ingin divaksin,” kata Nadia.rn(Fajar)rn


